kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Crowde Berkontribusi dalam Smallholder AgriTech Southeast Asia Landscape


Sabtu, 14 Mei 2022 / 11:17 WIB
Crowde Berkontribusi dalam Smallholder AgriTech Southeast Asia Landscape
ILUSTRASI. Crowde Berkontribusi dalam Smallholder AgriTech Southeast Asia Landscape.


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup agroteknologi, CROWDE, menjadi salah satu pembicara pada program The Grow Asia Digital Learning Series yang diselenggarakan oleh Padang & Co. 

Program acara ini menyatukan para pemimpin perusahaan, perusahaan rintisan agritech, praktisi pembangunan, dan pendukung ekosistem untuk belajar tentang teknologi yang muncul dan mengungkap peluang untuk solusi digital terukur dan berdampak yang dapat diadopsi oleh petani kecil di Asia Tenggara. 

Program The Grow Asia Digital berkontribusi pada misi untuk membangun kemitraan regional dan negara untuk menjadi perantara solusi berbasis pasar untuk sistem pangan yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia Tenggara.

Pada tahun 2022, program ini diadakan secara daring dengan tujuan terus mengeksplorasi lebih banyak topik dan mendatangkan mitra baru untuk berbagi pengalaman dan keahlian dari para perintis perusahaan agriteknologi.

Baca Juga: Bantu Transformasi Digital Perusahaan Indonesia, Mekari Raih Pendanaan Rp 720 Miliar

Menurut Laporan Investasi AgriFoodTech 2022, adanya pemberian investasi pada teknologi pangan pertanian sebanyak $51,7 miliar pada tahun 2021 meningkat 85% dibandingkan tahun 2020.

Oleh karena itu, Smallholder AgriTech Southeast Asia Landscape berfokus pada teknologi berdampak tinggi yang berpotensi meningkatkan produktivitas, profitabilitas, dan keberlanjutan rantai nilai petani kecil. Perusahaan rintisan ini dapat memberi petani akses yang lebih baik ke informasi agronomi, pasar, kredit, dan input, meskipun pelanggan akhir mereka belum tentu petani kecil itu sendiri. 

Sejak tahun 2020, Grow Asia telah mengidentifikasi lima model bisnis agritech utama di Asia Tenggara yakni farmer advisory, peer-to-peer lending, traceability, digital marketplaces dan mechanization platforms, untuk memberikan perhatian khusus pada kemajuan startup yang menyediakan solusi ini.

“CROWDE sebagai salah satu platform agriteknologi di Indonesia dapat berbangga karena menjadi salah satu pembicara dalam webinar yang mengangkat tema tentang pertanian dan model bisnis bagi petani-petani dan produsen kecil. Bersama perusahaan pertanian yang bertempat di Asia Tenggara, CROWDE berkesempatan membagikan cerita perjalanan membantu petani daerah melalui program-program brilian yang selama ini dilakukan. Mulai dari pendampingan petani, akses permodalan, hingga ke penjualan hasil panen yang sesuai standar,” Fika Rahimah, CEO Office CROWDE dalam keterangannya, Sabtu (14/5).

Baca Juga: Ekspansi Dagangan Memperluas Jangkauan ke Lebih dari 20.000 Desa

Dalam sesi pertama program The Grow Asia Digital Learning Series untuk tahun 2022, Adam Lyle, Executive Chairman Padang & Co, mempresentasikan pembaruan tentang lanskap Smallholder AgriTech di Asia Tenggara. Hadir pula John Friedman, Direktur Asia, AgFunder yang berbagi wawasan tentang Asia Tenggara dari Laporan Investasi AgriFoodTech 2022 yang baru saja dirilis.

Selain itu, webinar ini juga mencoba melihat lebih dekat pada pembiayaan untuk produsen kecil. Bagaimana ruang pendanaan kepada petani bisa berkembang dan dibentuk oleh pandemi, solusi/model bisnis apa lagi yang dapat memungkinkan produsen petani kecil mengakses pembiayaan dan bagian penting lainnya dari dukungan ekosistem apa yang dibutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×