kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,65   8,27   0.82%
  • EMAS955.000 1,06%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Cuan dari Wewangian Produksi Dalam Negeri


Sabtu, 20 Agustus 2022 / 09:00 WIB
Cuan dari Wewangian Produksi Dalam Negeri


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wewangian lokal kini mulai digandrungi generasi milenial. Inilah yang membuat keuntungan bisnis parfum lokal makin mengharum.

Salah satu pemain parfum lokal adalah Project 1945. Menurut Chief Executive Officer Project 1945 Jeffrey NG, Project 1945 fokus pada parfum dengan kemasan dan wewangian khas Indonesia.

"Kami ingin mengharumkan nama Indonesia dengan menekankan nuansa Indonesia," katanya kepada KONTAN, Kamis (18/8).

Misalnya saja ada produk The Great Batavia yang terinspirasi dari kemegahan kota Batavia.

Dengan perpaduan mint, cengkeh dan nilam, produk ini, kata Jerry, menghasilkan wewangian yang fresh dan classy. Selain itu, ada juga Sunset in Sumba dengan perpaduan kapulaga, elemi, cengkeh dan nilam yang memberikan sensasi wangi yang menenangkan.

Ada lagi parfum berlabel Bamboe Roencing yang terinspirasi dari simbol yang melambangkan persatuan dan semangat pantang menyerah dengan perpaduan bunga mawar, melati dan bergamot yang menghasilkan wangi bold dan calming.

Baca Juga: Alien Objects Meraup Cuan dari Beragam Aroma Parfum

Denny Putra, Chief Operating Officer Project 1945 menambahkan Project 1945 bakal terus meluncurkan varian parfum lainnya. Terbaru adalah Princess of Java, terinspirasi dari keharuman wanita Jawa serta pahlawan nasional wanita, seperti RA Kartini. Produk yang diluncurkan Juli kemarin punya wewangian khas wanita. 

Setelah itu Project 1945 kata Denny akan mengeluarkan varian parfum tema Maluku yang dikenal sebagai penghasil rempah. Sayangnya, Project 1945 tidak merinci target bisnisnya.

Sedangkan pemain lain yakni Alien Objects juga tidak ketinggalan. Apalagi setiap hari Kemerdekaan Indonesia, Alien Objects selalu meluncurkan parfum edisi kemerdekaan. Kali ini adalah parfum dengan aroma jamu melati.

Pendiri Alien Objects Lucky Heng mengatakan, alasan dirinya memproduksi wangi jamu pada edisi kemerdekaan kali ini lantaran jamu sudah menjadi minuman khas Indonesia.

Alien Objects sendiri ia klaim menjadi satu-satunya brand parfum lokal yang berani mengangkat aroma jamu ke dalam koleksi wewangiannya.

Dengan aroma yang unik tersebut, Lucky Heng mendapat berbagai pujian dari para penikmat parfum atau konsumennya karena telah menciptakan aroma yang tidak biasa.

Respon yang positif ini membuat dirinya akan terus meluncurkan varian wewangian jamu lainnya. "Mudah-mudahan ke depannya sudah adalah varian-varian jamu lainnya," terang Lucky kepada KONTAN.

Sama seperti Project 1945, untuk kemasan parfum, Lucky juga memakai konsep lokal yakni sandang, pangan, papan.

Di setiap elemen kemasannya ada beragam motif kerajinan tradisional. Seperti batik Lasem hingga Pekalongan sampai kerajinan bambu dari Tasikmalaya dan Ubud Bali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×