Reporter: Nicholas Gandhi | Editor: Tri Adi
Lewat bendera usaha PT Sentras Varitama, Daniel Budiman sukses menekuni bisnis karoseri mobil. Daniel merintis bisnis ini sesuai dengan hobinya yang menyukai otomotif dan desain sejak masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).
Lulus SMA tahun 1991, Daniel tidak langsung meneruskan kuliah ke perguruan tinggi. Ia sempat menganggur selama tiga tahun. "Selama menganggur itu saya belajar otodidak tentang desain," ujarnya.
Nah, sekitar tahun 1994, ia bertemu dengan Budi Setiawan yang mengajaknya bergabung di PT Sentras Varitama yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. "Jadi yang merintis perusahaan ini awalnya Budi Setiawan," jelasnya.
Saat itu, perusahaan masih fokus di layanan polyurethane spray foam untuk peredam panas atau suara atap bangunan dan karoseri bus. Tak lama bergabung di perusahaan itu, Daniel memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Columbus Collage of Art & Design di Oiho, Amerika Serikat. Di kampus ini ia fokus mendalami bidang desain.
Lulus tahun 1998, ia lalu bekerja di sebuah perusahaan karoseri bus di Inggris. "Sebenarnya lulus kuliah pengen pulang ke Indonesia tapi waktu itu masih krisis ekonomi, jadi saya memilih kerja di Inggris," jelasnya.
Di perusahaan ini ia banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman baru di bidang karoseri mobil. Di antaranya teknologi sandwich panel untuk truk pendingin. Perusahaan tempatnya bekerja juga memproduksi thermo forming plastic untuk kebutuhan karoseri bus.
Setelah setahun bekerja di Inggris, ia lalu memutuskan pulang kembali ke Indonesia. "Saya langsung gabung lagi di PT Sentras Varitama," ujarnya.
Di perusahaan ini ia mulai mengenalkan teknologi thermo forming plastic. Sementara teknologi sandwich panel belum bisa diterapkan karena saat di Inggris ia belum mendalaminya. Akhirnya ia memutuskan kembali ke Inggris guna mengikuti kursus singkat tentang teknologi sandwich panel selama dua bulan.
Pulang dari kursus itu, ia mulai mengenalkan teknologi ini di PT Sentras Varitama. Sejak mengenalkan teknologi thermo forming plastic dan sandwich panel, bisnis karoserinya berkembang pesat. Lewat teknologi thermo forming plastic dan sandwich panel, ia bisa membangun karoseri kendaraan pendingin, termasuk food truck.
Sampai saat ini, beberapa perusahaan sudah memakai jasanya, seperti gerai 7-Eleven, Denso, es krim Campina, Lion Group, Taman Safari Indonesia, Yakult, dan masih banyak mereka produk lagi. "Sampai saat ini saya masih bermitra dengan Budi," ujarnya.
Dalam kerjasama ini, mereka sudah menetapkan pola bagi hasil yang jelas, yakni 50%:50%.
(Bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













