kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.022,99   -3,35   -0.33%
  • EMAS972.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Dari Alat Kesehatan ke Furnitur Kedai Kopi


Sabtu, 25 Juni 2022 / 09:05 WIB
Dari Alat Kesehatan ke Furnitur Kedai Kopi


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis kedai kopi menjamur  di mana-mana. Tak cuma menyebar di kota-kota besar, usaha kedai kopi juga tumbuh di kota lain seperti Tegal, Jawa Tengah. 

Melihat perkembangan itu, Amal Akbar pun ingin melebarkan sayap bisnis usaha orangtuanya yang bergerak di produk alat kesehatan. Ia ingin memasok furnitur ke kedai kopi. 

Berbekal jebolan desain produk, Amal merancang berbagai produk furnitur untuk kedai kopi dan sejenisnya. Apalagi, salah satu bahan produk alat kesehatan adalah besi, yang juga dia pakai untuk membuat furnitur kedai kopi. 

Amal mulai mengenalkan usahanya di Tegal dan sekitarnya sejak 2018. Ia mengusung label Elikraft untuk produk furniturnya.

"Dasar usaha sebelumnya besi dan saya kembangkan menjadi furnitur untuk kedai kopi," katanya di workshop Elikraft yang terletak di Tegal, Jumat (24/6).

Baca Juga: Inilah kiat bisnis dan strategi menjalankan usaha ditengah pandemi

Saat mengembangkan usaha furnitur usaha kedai kopi, selain membidik pasar di Tegal, Amal langsung mengincar daerah-daerah sekitar kota itu, seperti Brebes dan Pemalang. 

Elikraft, Amal menjelaskan, merupakan bisnis yang bergerak di bidang furnitur modern. Itu sebabnya, produk-produknya lebih membidik pengusaha kedai kopi yang ingin mempercantik dekorasi kedainya.  

Dengan bekal pengalaman bisnis orangtua dan pengetahuannya, Amal mulai mengembangkan lebih jauh produk-produk furnitur untuk keperluan kedai kopi dan sejenisnya seperti kafe. Mulai dari bangku, meja, keranjang, dan produk-produk furnitur lain. 

Untuk desain, dia mengeklaim, mengikuti produk furnitur kekinian alias sedang menjadi tren saat ini. Sehingga, dengan desain tersebut, ia optimistis, pasar bisa menerima produknya, terutama para pemilik kedai kopi dan sejenisnya.

Hasilnya pun terbilang positif. Produk Elikraft kerap menarik perhatian para pebisnis kedai kopi di daerah Tegal dan sekitarnya. Order pun terus mengalir saat masa pandemi Covid-19. 

Salah satunya kuncinya adalah, Amal kerap mengikuti pameran untuk mempromosikan produknya.

Ambil contoh, ikut pameran kerajinan skala besar seperti International Handicraft Trade Fair (Inacraft). Selain mendapat pesanan, Amal juga bisa memperoleh ide dan gagasan untuk mengembangkan produk furniturnya.

Soalnya, saat pameran berlangsung, juga ada beragam produk sejenis  yang dipamerkan.

Dengan hasil tersebut, Amal bisa mempertahankan bisnisnya hingga kini. Malah, dia bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan.

Melihat pencapaian itu, Amal berencana memperluas pasar Elikraft, tidak sebatas Tegal dan sekitarnya. Untuk itu, ia pun mulai merambah penjualan secara online.

Apalagi, dia baru mendapatkan pelatihan dari  Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) soal cara jitu pemasaran digital. Mulai dari memilih marketplace hingga logistik untuk pengiriman. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×