kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   21,15   2.82%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Desa wisata terpaksa tutup dan alami kerugian akibat corona


Sabtu, 04 April 2020 / 15:13 WIB
Desa wisata terpaksa tutup dan alami kerugian akibat corona
Areal wisata Setigi. KONTAN/Ratih Waseso Aji

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pariwisata menjadi salah satu sektor usaha yang terkena pukulan telak wabah virus korona. Tak cuma tempat wisata, hotel, dan restoran, desa wisata juga terkena imbas epidemi Covid-19 akibat ada larangan tempat wisata buka.

Tengok saja, Desa Wisata Selo Tirto Giri atau Setigi yang baru saja beroperasi awal tahun ini. Desa wisata yang berlokasi di Desa Sekapuk, Gresik, Jawa Timur ini sudah tutup sementara sejak 24 Maret lalu akibat wabah virus korona.

Asjudi,  Direktur Utama BUMDes Sekapuk, pengelola Setigi, mengatakan, masih belum tahu sampai kapan penutupan sementara tersebut bakal berakhir. "Kami ikuti anjuran pemerintah agar rantai penyebaran bisa berhenti, jadi kami tutup sementara," kata Asjudi kepada KONTAN.

Baca Juga: Jokowi: Presiden hingga lurah harus satu visi dan satu strategi yang sama

Meski tutup, Asjudi mengklaim, tidak merumahkan para karyawan yang berjumlah 50 orang. Gaji mereka juga tidak dipotong. Justru para karyawan tetap bekerja untuk merawat tempat wisata yang merupakan bekas galian tambang batu kapur tersebut.

Baca Juga: Desa wisata semakin berbenah dan berdayakan masyarakat sekitar

Malah, beberapa proyek pengembangan tempat wisata hingga kini masih berjalan. Misalnya, pembuatan kolam renang anak, kolam renang hijabers, musala, dan penyelesaian wahana Candi Topeng Nusantara.

Baca Juga: Sinergi Pertamina dan masyarakat wujudkan desa wisata Burai

Sayang, Asjudi tidak menjelaskan, asal dana untuk proyek pengembangan Setigi tersebut. Namun, untuk pembayaran gaji para karyawan, berasal dari pendapatan yang masuk dari bulan-bulan sebelumnya.

Biasanya, Setigi meraup pendapatan rata-rata sebesar Rp 300 juta per bulan, dengan kunjungan wisatawan saban akhir pekan sekitar 3.000 orang. Nah, awal bulan lalu hingga 15 Maret, Setigi masih bisa meraup pendapatan mencapai Rp 250 juta.


Tag

TERBARU

[X]
×