kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45833,75   3,05   0.37%
  • EMAS945.000 0,53%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Enggan pailit, UMKM binaan Pertamina ini berinovasi lestarikan wayang kulit


Rabu, 23 September 2020 / 22:17 WIB
Enggan pailit, UMKM binaan Pertamina ini berinovasi lestarikan wayang kulit
Kerajinan wayang kulit menjadi produk unggulan Sanggar Bima

Reporter: Tim KONTAN | Editor: Cipta Wahyana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pantang minder menjadi moto Fendi Kurniawanto, salah satu pengusaha binaan Pertamina. Bermodalkan ide dan minat, ia menjadi perajin wayang kulit, meneruskan usaha sang kakek. Artis hingga konsumen mancanegara pun kepincut karya-karanya.

Fendi kecil memang tumbuh dalam lingkungan budaya tradisional Jawa, khususnya Jawa Tengah. Kakeknya merupakan seorang perajin wayang kulit andal pada zamannya dan hidup dari karya-karyanya. 

Fendi mengaku sangat mengagumi sang kakek. Masih jelas terpatri di memorinya hingga kini kemahiran kakeknya mampu membuat dan memahat kulit wayang tanpa pola cetakan. Padahal, membuat wayang kulit secara spontan bukanlah hal yang mudah, bahkan untuk orang yang sudah sering membuat wayang kulit sekali pun. Mereka akan tetap membutuhkan pola cetakan sebelum memahat. 

Baca Juga: Beromzet Rp 157 juta, binaan Pertamina olah kulit patin jadi kerupuk bergizi

“Dulu, tahun 70-an, simbah membuat wayang setengah jadi. Beliau setor saja ke tempat lain yang prosesnya lebih lengkap. Simbah juga hanya membuat wayang kulit yang besar- besar untuk pentas. Itu saja,” cerita Fendi seperti dikutip publikasi Pertamina yang diterima Kontan. Ketika itu, hasil usaha kakeknya cukup untuk menghidupi kebutuhan keluarga. 

Dibantu oleh sang ayah, Mujiyono, yang menjadi Mitra Binaan Pertamina pada tahun 2009, Fendi memutuskan melanjutkan usaha keluarga tersebut. Mereka menerapkan sebuah strategi sederhana. Sang ayah yang membuat wayang kulit, sedangkan Fendi yang ketika itu masih sekolah, bertugas memasarkan. Hal itu terus ia lakoni sampai memasuki jenjang kuliah. 

Strategi ini cukup berhasil pada awalnya. Namun, semakin modernnya perkembangan zaman, yang kadang memandang hal tradisional adalah sesuatu yang kuno, akhirnya usahanya mulai tergerus. 




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×