kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Fauzan sukses membuat sepatu bot pria


Selasa, 01 Mei 2012 / 16:20 WIB
ILUSTRASI. Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (26/9/2020). Cuaca besok di Jabodetabek cerah hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar.


Reporter: Fahriyadi | Editor: Tri Adi



Di usianya yang masih relatif muda, Fauzan Adhima Efwandaputra sukses menjalankan bisnis pembuatan sepatu buatan tangan atau handmade shoes. Pria kelahiran 11 Agustus 1989 ini fokus membuat sepatu bot handmade premium khusus pria dengan merek Foremost Indonesia.

Membuka usaha di Bandung, Jawa Barat, ia menyasar konsumen berkantong tebal yang memiliki selera tinggi dan berkelas. Selain memiliki toko ritel di Bandung, ia juga memasarkan sepatu buatannya itu ke berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, dan Bali.

Dengan harga jual berkisar antara Rp 495.000-Rp 923.000 per pasang, Fauzan meraup omzet Rp 50 juta setiap bulan, dengan margin keuntungan 10%-15% dari omzet.

Bisnis ini mulai dirintisnya pada Oktober 2010. Selain sepatu, awalnya ia juga membuat kaus. Namun, sistem pengerjaannya hanya berdasarkan order. "Waktu itu tanpa merek," ujarnya.

Lambat laun, order yang diterimanya terus meningkat. Di bandingkan dengan kaus, order sepatu lebih mendominasi. Makanya, belakangan ia memutuskan untuk meninggalkan usaha pembuatan kaus tersebut.

Namun, saat itu ia belum langsung membuat sepatu bot. "Awalnya saya membuat sepatu kets dan kasual," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×