Reporter: Leni Wandira | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran masalah kerap menjadi peluang usaha. Salah satunya, masalah minimnya sarana layanan keuangan digital bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya BukuWarung, aplikasi keuangan khusus menyasar UMKM.
Aplikasi yang sudah berdiri sejak 2019 itu, memposisikan diri sebagai mitra UMKM dan industri kecil menengah (IKM) dalam mengelola transaksi, pembayaran, dan akses pembiayaan.
Menurut Direktur Strategi dan Kemitraan BukuWarung, Romy Williams, sejak awal berdiri, pihaknya ingin memberikan dampak nyata untuk pelaku usaha.
"Fokus kami memberi solusi bagi UMKM. Bukan hanya fitur, tapi alat yang membantu menjalankan usaha lebih mudah dan efisien," ujar Romy kepada KONTAN belum lama ini.
Baca Juga: Inovasi Produk Menjadi Kunci Keberlanjutan Kelompok UMKM Eceng Gondok di Semarang
Dus, dalam perkembangannya, BukuWarung tidak sekedar menjadi aplikasi pembukuan digital saja, tetapi menjadi ekosistem layanan keuangan yang lengkap.
Misalnya di platform BukuWarung, pelaku UMKM dapat menjalankan fungsi sebagai agen pembayaran, menerima transaksi digital melalui QRIS, menyediakan layanan pulsa dan tagihan, hingga memfasilitasi tarik uang tunai.
"Kami melihat kebutuhan tarik tunai dan pembayaran sangat besar, sementara akses ATM makin terbatas. Dari situ muncul ide agar UMKM bisa menjadi agen pembayaran di lingkungannya sendiri," tuturnya.
Baca Juga: Cuan Sengatan Casion Terus Menyebar
Tak hanya transaksi, BukuWarung juga memperluas peran di sisi pembiayaan. Melalui layanan BukuModal, perusahaan ini telah menyalurkan pendanaan hingga ratusan miliar rupiah kepada UMKM.
"Ketika UMKM mendapatkan akses pembiayaan, bisnis mereka bisa tumbuh hingga 50% dibandingkan sebelum menerima modal. Ini konsisten terjadi di banyak daerah," klaimnya.
Baca Juga: Produk Kebaya dan Fesyen Muslimah yang Lahir dari Kemandirian
Allhasil jumlah pengguna BukuWarung pun terus tumbuh. Catatan Romy, hingga akhir tahun lalu, sudah ada 8 juta pengguna BukuWarung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 250.000 diantaranya adalah pengguna aktif. Alhasil dalam setahun BukuWarung mencatatkan lebih dari 60 juta transaksi. Namun Romy tidak merinci besaran nilainya.
Yang jelas dengan hasil tersebut, manajemen BukuWarung tengah menatap strategi tahun ini. Menurutnya, strategi BukuWarung tahun ini tidak hanya bertumpu pada penambahan fitur, tetapi juga penguatan komunitas.
Melalui rangkaian kegiatan komunitas di berbagai daerah, BukuWarung menargetkan bisa menjaring hingga puluhan ribu anggota UMKM yang terlibat aktif di platform mereka.
"Membangun komunitas itu menjadi kunci," sebutnya.
Kini, BukuWarung mulai memperkenalkan BukuPay. Ini adalah solusi pembayaran digital berbasis QRIS yang ada soundbox atau konfirmasi suara. Dengan fasilitas ini, UMKM diharapkan makin loyal ke mereka.
Selanjutnya: Ramai Bayi 2026 Masuk Generasi Sigma, Ini Prediksi dan Ciri-ciri Perkembangan
Menarik Dibaca: Promo Solaria Habis Hari Ini! Jangan Nyesel Tak Cicip Hematnya Bowl Ayam Teriyaki
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













