kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.859
  • SUN90,98 -0,39%
  • EMAS612.058 0,33%

Gaji besar untuk tenaga konstruksi dan bangunan

Rabu, 29 Agustus 2012 / 13:54 WIB

Gaji besar untuk tenaga konstruksi dan bangunan



Kebutuhan pasar terhadap tenaga di bidang konstruksi dan bangunan semakin meningkat seiring menggeliatnya bisnis properti dalam beberapa tahun terakhir. Prospek profesi ini juga kian cerah lantaran pasokan SDM-nya saat ini tergolong masih minim. Agar dapat terus eksis, pekerja di bidang ini harus selalu mengembangkan kreativitas. Namun, di balik iming-iming gaji yang besar, profesi di bidang building and construction ini mengandung risiko tinggi dan bersifat musiman.

Krisis keuangan di Amerika Serikat yang kemudian berpindah ke Eropa membuat demam perekonomian dunia. Aktivitas ekspor-impor antarnegara melambat karena daya beli menurun. Efek krisis juga menimpa Indonesia berupa defisit neraca perdagangan dan kemerosotan harga saham di bursa.

Meski begitu, sektor properti dan infrastruktur seakan imun dari perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan perumahan, apartemen, hotel, gedung perkantoran, dan pusat perbelanjaan tumbuh subur di Jakarta. Bahkan, kini sudah menyebar ke ibukota provinsi dan kabupaten.

Berdasarkan data Ikatan Analis Properti Indonesia (Ikapri), yang mengutip dari Kementerian Perumahan Rakyat, perumahan masih mendominasi nilai kapitalisasi proyek properti nasional sebesar 45% dengan pertumbuhan 8% sepanjang tahun 2011. Tingkat penjualan rumah secara nasional meningkat 26,4% dalam setahun menjadi 307.800 unit pada 2011. Adapun nilai kapitalisasi proyek apartemen turun tipis sekitar 2% menjadi Rp 12,4 triliun. Sementara kapitalisasi gedung perkantoran tumbuh Rp 10 triliun per tahun.

Real Estat Indonesia (REI) memperkirakan pertumbuhan properti tahun ini sekitar 20% dan bakal terus naik hingga tahun 2014. Menggeliatnya sektor properti ini ditopang oleh rendahnya suku bunga kredit dan peningkatan permintaan masyarakat. Maklum, pertumbuhan ekonomi di Indonesia diikuti oleh bertambahnya jumlah golongan kelas menengah.

Selain properti, sektor infrastruktur juga tengah naik daun. Kondisi ini sejalan dengan program pemerintah untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.

Pertumbuhan sektor properti dan infrastruktur ini tentu berdampak pada peningkatan kebutuhan sumberdaya manusia (SDM) di bidang ini, yakni tenaga building and construction. "Dengan banyaknya proyek pembangunan yang saat ini berjalan, sudah terjadi kelangkaan pasokan SDM," kata seorang direktur perusahaan properti.

Menurut dia, banyak proyek baru properti yang sudah dicanangkan sejak tahun lalu, realisasi pembangunannya belum dimulai sampai sekarang. Penyebabnya adalah kekurangan pekerja dan tenaga ahli di bidang konstruksi dan bangunan. Alhasil, perusahaan properti harus bersabar menanti penyelesaian proyek yang sudah berjalan lebih dulu, kemudian menggarap proyek baru.

Namun, tidak ada data resmi yang dapat mengonfirmasi seberapa besar kebutuhan tenaga konstruksi dan bangunan tersebut. Yang jelas, jika melongok beberapa situs lowongan kerja, tenaga building and construction memang cukup banyak. Di situs JobsDB.com/id, misalnya, per akhir Juli lalu tersedia 1.946 lowongan tenaga building and construction berbagai level.

Pulung Prahasto, Project Director PT Adhi Realty, menuturkan, seorang tenaga konstruksi dan bangunan berperan penting dalam merealisasikan pembangunan suatu proyek properti. Sebab, ia bertugas memastikan seluruh proyek dikerjakan sesuai dengan peraturan dan standar yang baku.

Tenaga building dan construction ini, lanjut Pulung, pada dasarnya bisa bekerja pada semua bidang yang berhubungan dengan pembangunan. Baik perumahan, gedung bertingkat, maupun sarana dan prasarana lainnya. Termasuk, pembangunan konstruksi di sektor minyak dan gas bumi.

Menurut dia, tugas utama seorang building and construction melakukan interface antarkonsultan, sehingga antara konsultan satu dengan yang lain tidak bertabrakan. Jadi, semua keinginan pemilik gedung atau proyek dapat diakomodasi oleh para konsultan. "Hasil desain konsultan juga dapat dilaksanakan dengan baik oleh kontraktor pelaksana," imbuh Pulung.

Pendiri sekaligus Managing Director Headhunter Indonesia Haryo Suryosumarto mengatakan, para eksekutif di bidang konstruksi dan bangunan memang tengah naik daun seiring booming bisnis properti. Tak heran jika bayaran tenaga kerjanya juga menggiurkan.

Misalnya untuk level senior yang memiliki pengalaman kerja di atas lima tahun, rata-rata bayarannya Rp 10 juta–Rp 15 juta per bulan. Adapun untuk senior manager yang berpengalaman lebih dari 10 tahun, tiap bulan mendapat gaji di atas Rp 35 juta. Bahkan, menurut Pulung, gaji tenaga building and construction mencapai Rp 50 juta per bulan. "Tapi itu bergantung pada besar-kecilnya perusahaan dan proyek yang ditangani," katanya.


Kreativitas jadi tuntutan utama

Sejatinya, building and construction terbagi atas tiga subbidang kerja. Pertama, struktur atau sipil. Kedua, arsitektur atau finishing dan mekanik. Ketiga, electrical and plumbing (MEP). Tenaga building and construction sebaiknya berpendidikan minimal sarjana. Biasanya sarjana sipil, sarjana arsitektur, dan sarjana teknik mesin atau teknik elektro dengan pengalaman menangani pekerjaan konstruksi.

Lyra Puspa, Strategic Business Director Pillar Business Accelerator, menuturkan bahwa bidang building and construction merupakan salah satu pekerjaan yang paling diburu. Sebab, selain kebutuhannya terus meningkat, gajinya juga besar. "Hampir semua sub building and construction mulai dari arsitek, drafter, sipil, mechanikal & electrical, tenaga teknis, hingga pengawas bangunan banyak dicari," kata Lyra.

Menurut Lyra, peluang berkarier di bidang ini cukup terbuka. Misalnya, seorang staf engineer dapat naik pangkat ke project leader atau supervisor, lalu project manager, hingga project director. Namun untuk mendapatkan promosi atau jabatan yang lebih tinggi di bidang ini terbilang cukup sulit. Pasalnya, selain dibutuhkan pengalaman, juga harus memiliki kreativitas. "Jadi tidak sebatas pada acuan by the book," ucapnya.

Misalnya, menciptakan bangunan yang ramah lingkungan atau bahasa kerennya green construction. Maklum, saat ini setiap bangunan dituntut memiliki konstruksi yang pro-lingkungan. Nah, untuk membuat bangunan seperti itu tidak mudah. Green construction atau banyak juga disebut sebagai green building dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pemakaian bahan bangunan yang ramah lingkungan, sehingga lebih efisien dalam penggunaan energi dan sumberdaya.

Di samping itu, para pekerja di bidang ini dituntut untuk tidak terlalu mengeluarkan biaya yang terlalu besar. Otomatis, si arsitek sebagai perancang awal maupun sang eksekutor alias orang yang menangani pembangunannya harus memiliki kreativitas dalam merealisasikan proyek tersebut.

Selain itu, menurut Lyra, untuk menjadi seorang building and construction yang andal harus memiliki kompetensi di bidang masing-masing. "Kuncinya adalah be specialist. Semakin spesifik spesialisasinya dan semakin ahli dia di bidangnya maka akan semakin tinggi tingkat gaji dan peluang kenaikan karirnya," kata dia.

Bhayu M. Hendrobaskoro, Managing Director Bahtera Jiwa, perusahaan konsultan psikologi dan sumberdaya manusia (SDM), menyatakan, orang yang bekerja di bidang konstruksi dan bangunan tentu memiliki deskripsi kerja yang berbeda-beda sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Misalnya, pada suatu proyek bangunan, ada yang bertugas merancang bangun, kemudian ada yang menangani masalah teknis pembangunan yang biasanya digawangi oleh seorang insinyur sipil. Lalu, ada pembangunan luar ruang atau lanskap, kelistrikan dari bidang elektro, pemipaan (plumbing) dari pengairan atau teknik sipil dengan major plumbing. "Jadi, dalam building and construction itu adalah kerjasama multi-bidang yang tentu juga multiskill," katanya.

Intinya, lanjut Bhayu, yang harus dikuasai seorang tenaga konstruksi dan bangunan adalah mengerjakan bagiannya dengan baik agar proses pembangunan fisik secara keseluruhan berjalan lancar. "Kerjasama tim sangat penting," tandasnya.

Tanpa kerjasama tim yang solid, dapat mengganggu tenggat waktu penyelesaian proyek. "Banyak pekerjaan di bidang ini yang ibarat ban berjalan. Dimana pekerjaan B tidak bisa dimulai jika pekerjaan A belum selesai," imbuh Bhayu.

Intinya, berkecimpung di bidang konstruksi dan bangunan tidak berbeda dengan bidang kerja lain. Jaringan pertemanan turut menunjang pengembangan karier. Mereka yang sudah solid dan cocok sebagai tim biasanya akan terus bekerjasama di proyek lain.




Reporter: Hendra Gunawan, Arief Ardiansyah
Editor: Tri Adi

PROFESI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0709 || diagnostic_web = 0.3495

Close [X]
×