kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IKM sektor olahan logam dan elektronika stagnan


Senin, 14 Agustus 2017 / 15:01 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Kementerian Perindustrian (Kemperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) punya beberapa produk unggulan IKM. Bahkan produk tersebut mampu memasuki pasar global.

"Produk unggulan kami ada pada pakaian, aksesoris, kosmetik, alas kaki. Namun yang stagnan itu pengolaan logam dan elektronik," ungkap Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih kepada KONTAN, Senin (14/08).

Agar mendorong sektor IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut yang masih stagnan, Kemperin akan terus mencarikan pasar. Selain itu juga akan mengelar berbagai pameran agar dapat dikenal oleh masyarakat.

Selain itu Gati mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Bea Cukai yang mampu menahan masuknya produk olahan logam dan elektronik dari luar negeri.

Kemperin memasang target 4,5 juta unit usaha IKM hingga 2017 yang berada di bawah pengawasan Kemenperin. Asal tahu saja, saat ini Kemenperin mencatat jumlah usaha IKM Indonesia 4,4 juta yang mampu menyerap 10,1 juta tenaga kerja.

Agar produk IKM semakin dikenal, Kemperin mengelar pameran produk IKM salah satunya dengan mengandeng Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Melalui Kemlu, Kemperin mengundang para istri duta besar sahabat negara. Tujuannya agar mereka mengenal dan memakai produk IKM. "Ketika mereka pakai produk kita di negaranya, orang akan tertarik dan mencari tahu bagaimana produk Indonesia," tutur Gati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×