kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Imajin berupaya membantu rancang bisnis manufaktur


Sabtu, 23 November 2019 / 14:55 WIB
Imajin berupaya membantu rancang bisnis manufaktur

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai perusahaan software yang bergerak di sektor manufaktur sejak 2014, Imajin kini mengembangkan platform daring bernama Imajin.id. Platform tersebut menghubungkan para pengguna untuk dapat mengakses kebutuhan konsep bisnis manufaktur seperti desain produk, percetakan 3 Dimensi (3D), dan produksi massal dalam satu website.

"Sampai saat ini Imajin merupakan start up pertama dan paling aktif dalam sector manufaktur di Indonesia," klaim Chendy Jaya CEO Imajin.id kepada KONTAN.
Chendy menerangkan ide melahirkan Imajin datang dari fakta bahwa Indonesia merupakan salah satu destinasi para investor untuk manufaktur. Hal tersebut didorong dengan adanya upah yang kompetitif, tanah, dan juga infrastruktur yang sudah semakin membaik.

Baca Juga: Penawaran komplet dari mebel ke desain

Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan sepenuhnya untuk transfer teknologi. "Pada umumnya riset dan pengembangan (R&D) berasal dari luar negeri, dan manufakturnya saja di Indonesia. Imajin bercita-cita agar Indonesia memiliki produk lokal yang dapat bersaing dengan international dengan memperluas team R&D dan desain produk lokal dengan menciptakan Imajin," terangnya.

Baca Juga: Brosa mengubah industri furnitur

Imajin dirintis Chendy dibantu oleh Joseline Olivia dari desain dan programming awal, dan juga Stefanus dalam mengembangkan bisnis mulai dari desain, prototipe sampai ke Industri manufaktur.

Terdapat dua layanan dengan model bisnis B2B dan B2C ini. Pertama, Imajin merupakan marketplace untuk pengguna yang membutuhkan jasa pembuatan produk atau hardware mulai dari 3D Design, Prototyping, 3D Printing Service. Sedangkan layanan Imajin Manufaktur untuk Bisnis ialah desain Mold & Dies hingga produksi massal.

Tercatat saat ini Imajin sudah menjangkau di kawasan Jabodetabek sebagai pusat operasional dan juga memiliki mitra yang berada di Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya. Berbicara mengenai pengguna kini sudah ada lebih dari 2.000 pengguna aktif yang bergabung sekitar 20% merupakan desainer 3D. Dengan mitra di beberapa kota tersebut, pihaknya mengaku total aset lebih dari 100 3D Printer.

Pengguna yang ingin menggunakan layanan Imajin pertama ialah menyediakan desain yang sudah dalam bentuk 3D. Adapun jika pengguna belum memilikinya tenang saja, tim Imajin akan membantu untuk membentuk dari konsep menjadi desain produk 3D  yang diharapkan.

Pendapatan Imajin terbesar masih ada di sektor manufaktur. Sayang Chendy tidak mau menyampaikan berapa nilainya, ia hanya menyebut order saat ini mencapai miliaran rupiah. "Industrinya sudah siap untuk menggunakan jasa dari Imajin mulai dari desain untuk industri otomotif maupun elektronik," ujar dia.                                     




TERBARU

×