kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Iming-iming laba dari minuman surga


Kamis, 29 September 2011 / 13:00 WIB
Iming-iming laba dari minuman surga

Reporter: Hafid Fuad, Ragil Nugroho | Editor: Tri Adi

Beragam variasi minuman pun menjadi peluang untuk mengembangkan bisnis ini. Biarpun di pasaran sudah banyak jenis minuman yang ditawarkan, sebut saja, teh, cendol, sari tebu dan lainnya, selalu ada terobosan untuk membuat minuman jenis baru. Tengok saja, CV Bakso Kaget Indonesia yang mengambil peluang ini dengan menawarkan Manna Drink.

Menurut Johan Halim, Direktur Franchise CV Bakso Kaget Indonesia, Manna Drink merupakan minuman kesehatan. Produk ini terbuat dari bahan utama Benincasa hispida atau yang lebih terkenal dengan winter melon. Di Indonesia, winter melon ini sering disebut sebagai buah kundur yang dikenal manis.

Nama Manna sendiri diambil dari bahasa Ibrani, yang berarti minuman surga. Pasalnya, menurut Johan, minuman ini mengandung 45 macam ekstrak sayuran.

Lantaran banyak mengandung sayur, minuman ini bisa bermanfaat untuk meredakan panas dalam dan berbagai penyakit lainnya. "Minuman ini sangat baik untuk anak-anak yang sulit mengonsumsi sayur-mayur," jelas Johan sembari berpromosi.

Manna Drink yang mulai membuka gerainya Juli 2011, langsung menawarkan konsep kemitraan pada saat itu juga. Dengan mengadopsi model paket dalam kemitraan senilai Rp 80 juta, mitra bisa membuka gerainya di lima lokasi yang berbeda.



Balik modal cepat

Selain memperoleh hak penggunaan nama Manna Drink, mitra akan memperoleh lima booth yang dilengkapi dengan dispenser dan perlengkapan lainnya untuk berjualan.

Setelah beroperasi, mitra akan memperoleh bahan baku dari pusat kemitraan di Bandung. "Bahan baku ini akan dikirim sesuai permintaan," ucap Johan. Dalam konsep kemitraan ini, Bakso Kaget Indonesia tak mengutip biaya royalti dan kemitraan.

Walaupun baru buka dalam hitungan bulan, Manna Drink sudah berhasil menarik minat dua mitra. Dua mitra dari Semarang dan Jambi itu masing-masing membuka lima booth di kotanya.

Manna Drink mematok harga jual tiap gelas antara Rp 3.500 hingga Rp 5.000. Mereka pun menargetkan, jika mitra bisa menjual minimal 300 gelas setiap hari, modal mereka bisa kembali dalam waktu delapan bulan.

Sejauh ini, seluruh gerai milik mitra mampu menjual lebih dari 60 gelas per hari. Hal ini karena manajemen Manna Drink menetapkan syarat, lokasi booth yang harus strategis atau berada di pusat keramaian. Selain itu, untuk menambah daya tarik, Manna Drink juga memberikan berbagai variasi pada topping minuman. Variasi ini terdiri dari rainbow jelly, aloevera, dan nata de coco.

Salah satu mitra Manna Drink di Semarang, Sugiyono mengatakan bahwa prospek usaha minuman Manna Drink ini cukup cerah. "Saya berani mengambil kemitraan ini, karena masih jarang minuman jenis ini," katanya.

Sayang, Sugiyono yang bergabung menjadi mitra sejak akhir Agustus lalu, belum bisa menghitung perolehan omzet per bulan. "Maklum, masih baru," ujarnya.

Tapi ia optimistis, usaha ini akan menguntungkan karena penjualan setiap booth lebih dari 60 gelas per hari. "Tinggal kami tingkatkan saja promosinya," tegasnya. Ia juga yakin, dengan pemasaran yang tepat, bisa balik modal antara tujuh hingga 11 bulan.


Manna Drink
Jl. Papan Kencana I No. 42
Ruko Kopo Plaza
Bandung
Telp. (022) 6036695




TERBARU
Terpopuler

[X]
×