kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.009.000 0,70%
  • RD.SAHAM -1.08%
  • RD.CAMPURAN -0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Inilah strategi bisnis dari toko oleh-oleh saat pandemi berlangsung


Sabtu, 15 Agustus 2020 / 09:35 WIB
Inilah strategi bisnis dari toko oleh-oleh saat pandemi berlangsung

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis pariwisata tentu sangat erat kaitannya dengan usaha toko buah tangan alias oleh-oleh. Di tengah pandemi Covid-19, bisnis toko oleh-oleh terkena imbasnya.

Inilah yang Toko Oleh-Oleh Arjuna asal Surakarta, Jawa Tengah, alami. Menurut Fitri Hadimulyono, sang pemilik, penjualan di toko oleh-olehnya sangat terpukul selama pandemi virus korona berlangsung. Maklum, toko oleh-oleh sangat erat kaitannya dengan sektor pariwisata. “Saat ini, sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang terkena dampak langsung dari pandemi Covid-19,” kata Fitri kepada KONTAN, Jumat (14/8). 

Baca Juga: Bagi pelaku bisnis kemasan, segmen pasar UMKM masih menarik digarap

Fitri mengklaim, selama pandemi Covid-19, bisnis oleh-olehnya mengalami penurunan penjualan hingga 90%. Ini sebagai imbas sepinya pengunjung ke Toko Oleh-oleh Arjuna. Tambah lagi, ia harus menanggung biaya sewa toko.

Untuk mengakali penjualan yang merosot tajam, Fitri pun mulai mengandalkan penjualan online berdasarkan pesanan. Ada beragam produk buah tangan yang Toko Oleh-Oleh Arjuna tawarkan, mulai aneka sambal, pia, wedang rempah, keripik, hingga buah tangan khas lainya. Ia membanderol dengan harga Rp 5.000–
Rp 100.000 per item.

Baca Juga: Terpopuler, wisatawan wajib kunjungi lima toko oleh-oleh Bandung ini

Kalau usaha lain terus berupaya mencari inovasi, Fitri mengaku hanya pasrah saja. Sebab, ia merasa sudah melakukan inovasi bisnis seperti melebarkan sayap ke penjualan daring.

Untuk bisa membangkitkan usaha toko oleh-olehnya, Fitri sangat berharap vaksin korona segera ditemukan. Kalau kondisi sudah kembali normal, dia pun menargetkan penjualannya bisa kembali saat situasi normal, yakni mengantongi omzet sebesar Rp 50 juta sebulan. "Semoga ini bisa terealisasi tahun 2021 nanti," harapnya.

Baca Juga: Inilah kiat bisnis dan strategi menjalankan usaha ditengah pandemi

Lain lagi cerita dari Lugedcoco, toko oleh-oleh yang justru baru mulai beroperasi pada Juli kemarin. Ini adalah toko oleh-oleh yang berbasis di Purwokerto, Jawa Tengah.
Untuk bisa menarik pembeli, Lugedcoco berupaya menciptakan produk khas bernama kue bluder yang terbuat dari gula kelapa organik (palm sugar).

Menurut Ernawati, Manajer  Lugedcoco, pihaknya memang sengaja membuat produk khas berupa kue bluder supaya kelak bisa menjadi salah satu produk oleh-oleh dari daerah Purwokerto dan sekitarnya, terutama Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. 

Dengan strategi ini, Ernawati mengklaim, Lugedcoco sejauh ini mendapat respons yang cukup apik dari pasar.  Dalam satu hari saja, toko ini bisa menjual sebanyak 200 buah kue bluder dan 30 buah jenis kue lainnya. 

Meski tergolong lumayan, Ernawati menjelaskan, hasil yang Lugedcoco raih tersebut masih belum mencapai target. Tanpa menyebut berapa target yang Lugedcoco patok, ia hanya mengatakan, toko ini menargetkan bisa meraup pertumbuhan penjualan hingga 500% sampai akhir tahun ini. 

Salah satu caranya, Ernawati bilang, dengan gencar melakukan promosi, terutama di layanan digital dan media sosial.



TERBARU

[X]
×