kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.599
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS608.023 -0,33%

Kena PHK, Awam justru sukses jadi pendongeng

Senin, 02 September 2013 / 13:10 WIB

Kena PHK, Awam justru sukses jadi pendongeng



Unik. Profesi Awam Prakoso sebagai pendongeng berawal dari sebuah "bencana". Betapa tidak. Awam, pria yang berdomisili di Tangerang ini menekuni profesi tersebut setelah ia terkena PHK sekitar 15 tahun lalu. Tepatnya, tahun 1998 ketika krisis ekonomi yang waktu itu lebih populer dengan sebutan krisis moneter tengah melanda Indonesia.

Menceritakan riwayatnya, setelah diberhentikan dari pekerjaan, Awam berusaha mencari penghidupan lain. Ia pun menjadi pengajar teater di tempat tinggalnya. Memang, sejak masih sekolah, ia gemar ikut kegiatan teater. Nah, di sela-sela latihan teater, ia sering secara spontan mendongeng. "Ternyata anak-anak menyukai gaya saya  mendongeng,” tuturnya.

Awam pun semakin getol mendongeng. Setahun kemudian, ia ikut lomba mendongeng di Taman Mini Indonesia. Ternyata ia menang di lomba tersebut. Ketika itu, para juri menyarankan Awam menjadi pendongeng. Saran ini diikutinya, meskipun kala itu, profesi pendongeng masih dianggap aneh.
Sebelumnya, orang memang hanya mengenal Kak Seto sebagai story teller dengan tokoh Si Komo yang sangat terkenal.

Namun, Awam tidak berkecil hati. Ia terus menekuninya hingga kemudian pada 2005, kiprahnya sebagai pendongeng melejit. Banyak perusahaan menggunakan jasa Awam untuk memasarkan produknya. "Pendongeng bisa jadi alternatif media untuk pencitraan produk. Apalagi produk yang ditawarkan menyasar anak-anak," tutur Lulusan STIE Ahmad Dahlan, Tangerang ini.

Sekarang, selain tampil di acara peluncuran produk, Awam kerap tampil di sekolah, di pusat perbelanjaan, hingga siaran televisi. Awam mengklaim, ia sudah biasa mendongeng di hadapan ratusan bahkan ribuan anak-anak. Pria yang juga jadi perintis Kampung Dongeng ini bisa berjam-jam bercerita.

Bahkan, Mei lalu ia mencetak rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan durasi mendongeng terlama di Indonesia. “Waktu itu saya nonstop mendongeng selama delapan jam sehingga mendapat rekor MURI,” ujar pria kelahiran Blora, Jawa Tengah, 40 tahun silam ini.

Menurutnya, mendongeng tidak butuh sekolah khusus. Ia sendiri belajar mendongeng secara autodidak. Adapun penguasaan psikologi anak didapatnya dengan membiasakan diri bergaul dengan dunia anak.

Awam mengaku tidak menetapkan tarif untuk jasanya. Namun, setidaknya setiap mendongeng ia biasa mendapat bayaran sekitar Rp 5 juta. Dalam sebulan, ia bisa tampil sebanyak 25 kali sehingga bisa mengantongi Rp 100 juta.

Awam berceritera, pada 10 menit pertama penampilannya, ia melakukan ice breaking. Ini adalah teknik membuka cerita atau bisa dibilang sebagai pemanasan supaya anak-anak fokus mendengarkan cerita. Nah, sisa waktu dipakai untuk menyampaikan cerita alias berdongeng.

Kata Awam, biasanya, pihak pengundang telah menyampaikan konsep dan tema acara sekitar satu atau dua bulan sebelum event berlangsung. Berdasarkan tema itulah, pria yang pernah terpilih sebagai Tokoh Muda Pemerhati Anak-anak pada tahun 2010 ini memilih cerita yang akan dibawakan. "Saya hanya menyiapkan suara yang fit dan properti pendukung," beber pria yang akrab disapa Kak Awam ini.  


Reporter: Marantina
Editor: Dupla Kartini

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0009 || diagnostic_api_kanan = 0.0594 || diagnostic_web = 0.4021

Close [X]
×