kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45985,75   -4,18   -0.42%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kiat Maia Estianty mengibarkan banyak usaha


Kamis, 07 Maret 2013 / 14:00 WIB
Kiat Maia Estianty mengibarkan banyak usaha
ILUSTRASI. Pahami 3 Cara Memperbaiki Tekstur Kulit Akibat Keratosis Pilaris


Reporter: Maria Elga Ratri | Editor: Tri Adi

Perceraian, terkadang,  membuat seorang perempuan harus memutar otak agar bisa mencukupi kebutuhan finansial selepas perpisahan dengan sang suami. Begitu juga yang Maia Estianty alami sejak bercerai 23 September 2008.

Mantan istri musisi Ahmad Dhani ini bilang, dia mulai serius menekuni bisnis, selain menyanyi, agar bisa menyokong diri sendiri. "Karena saya bercerai, otomatis saya harus survive sendiri," kata wanita yang akan berusia genap 37 tahun pada 27 Januari 2013 nanti ini.

Saat mulai terjun ke dunia wirausaha, musisi dan pentolan duo Maia ini mulai menginvestasikan dana yang ia punya pada usaha yang dikelola bersama teman-temannya. Bisnis pertamanya adalah sebuah klub malam di bilangan Kemang, Jakarta Selatan: Tipsy Club and Lounge. Dia menyetor modal tak terlalu besar di bisnis ini, sekitar Rp 300 juta saja.

Meski begitu, Maia sadar dengan risiko rugi yang bisa saja menimpanya. "Dua tahun pertama saya enggak untung, lo. Merangkak terus," ujar perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, ini tertawa lebar.

Tapi, saat usahanya itu mulai berjalan lancar, Maia tak lantas berleha-leha. Uang hasil keuntungan dari Tipsy Club and Lounge kemudian ia putar kembali dengan menjajal usaha anyar.

Alhasil, sekarang, Maia sudah memiliki sederet usaha, mulai dari perusahaan label rekaman bernama Le Moesiek Revole, agensi periklanan Revolitica, lounge, karaoke Alegro yang menyasar kelas menengah atas dan Mucelo yang membidik kelas menengah bawah, hingga perusahaan alih daya atau outsourcing Persaels Indonesia.

Usaha yang Maia tekuni terbilang bervariasi. Ia beranalogi soal bisnisnya yang bermacam-macam bidang itu: "Ibarat keran air, jangan cuma satu. Kalau mampet, ya, repot".

Maia menjelaskan, diversifikasi usaha ini adalah salah satu strateginya untuk bertahan, agar semua bisnisnya tetap berjalan. Cuma yang jelas, saat memulai sebuah usaha, seseorang harus menentukan jenis usaha yang ia sukai, kemudian fokus untuk membuatnya berhasil. Jadi, "Harus pakai hati. Kan, tidak setiap bulan kita bakal untung terus, kadang turun juga. Mesti pintar mengatur usaha dan mencarikan subsidi dari usaha lain kalau sedang kurang," ungkapnya.

Maia membeberkan bahwa modal yang ia keluarkan untuk membiayai seluruh usahanya itu mencapai angka sekitar Rp 10 miliar.

Yang pasti, berkat kerja kerasnya, Maia mengaku sudah bisa menikmati hidup yang lebih santai dan bisa melakoni bidang musik yang ia geluti pertama kali bersama duo Ratu tahun 2003 lalu lebih maksimal. "Sekarang dividen-dividen sudah masuk, jadi saya tinggal menyanyi dan nge-DJ (disc jockey)," ujarnya santai.

Namun, ini bukan berarti Maia tidak ingin menambah "koleksi" usahanya. Dia masih punya beberapa rencana bisnis di benaknya. "Saya ingin usaha furnitur. Daripada diam, lebih baik kerja," papar ibu tiga anak yakni Al, El, dan Dul ini.

Nah, untuk melindungi usahanya itu, Maia juga mengalihkan risiko kepada beberapa jenis asuransi. Tak kurang dari 10 jenis asuransi ia miliki. "Biar masa tua saya nanti enak, tinggal memetik hasil usaha," tegasnya.                   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×