kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Kiat Olsera POS melaju kencang dengan fitur dan inovasi


Sabtu, 06 Juni 2020 / 10:05 WIB
Kiat Olsera POS melaju kencang dengan fitur dan inovasi

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis layanan kasir online ikut terkena imbas pandemi Covid-19. Maklum, sebagian besar pengguna atau klien dari aplikasi digital keuangan tersebut adalah dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Salah satunya yang terdampak adalah Olsera POS. Menurut Novendy Chen, Co-Founder Olsera POS, di masa pandemi, pihaknya mengalami penurunan bisnis hingga 40%. "Itu selama pandemi berlangsung," katanya kepada KONTAN, Jumat (5/6).

Baca Juga: Upaya Qasir memenuhi target gaet 1,6 juta mitra UMKM

Menurut dia, kondisi tersebut wajar terjadi. Maklum, sebagian besar pengguna aplikasi kasir online Olsera POS yang berjumlah 7.000 berasal dari kalangan UMKM, dengan berbagai latar belakang bidang usaha. Ada bidang ritel, busana, makanan dan minuman, jasa binatu, serta salon kecantikan. 

Baca Juga: Miqro membantu pelaku usaha mikro agar semakin efisien

Olsera POS mengutip biaya jasa langganan aplikasi tersebut sebesar Rp 140.000 per bulan. Dengan membayar sebesar itu, para pengguna bisa menggunakan ragam layanan di Olsera POS. Mulai kasir online hingga membantu berjualan lewat situs. 

Sayang, fitur-fitur yang tersedia tersebut belum cukup membuat bisnis UMKM bisa tetap bertahan. Banyak UMKM yang tutup karena pandemi Covid-19  dan merupakan klien Olsera POS membuat pendapatan startup ini menjadi tergerus lumayan dalam.

Namun, Novendy tidak patah arang. Ia berusaha agar Olsera POS tetap bisa eksis dan malah tumbuh di bisnis kasir online. Untuk itu, dia mencoba menambah fitur yang ada di Olsera POS. Fitur tambahan ini sangat erat kaitannya dengan fenomena pandemi yang masih berlangsung hingga kini. 

Novendy melihat, ada bisnis yang tumbuh selama pandemi virus korona baru. Salah satunya, usaha yang mengandalkan pesan antar dan take away. Melihat fakta tersebut, ia lantas membuat fitur tambahan untuk Olsera POS, yakni layanan delivery dan take away. Kedua fitur tersebut sudah tersedia belum lama ini.

Harapannya, fitur itu bisa mengembalikan bisnis Olsera POS kembali ke sedia kala. Untuk itu, Novendy berkomitmen untuk menghadirkan inovasi baru lagi dalam waktu dekat agar lebih efektif membantu UMKM setelah pandemi  selesai. Namun, ia belum bisa memerinci pengembangan untuk aplikasi itu.

Yang jelas, dengan upaya tersebut, Novendy berharap, laju bisnis Olsera POS bisa kencang hingga dua kali lipat dari tahun lalu atau mencapai pertumbuhan 100%. "Terkait perkembangan bisnis, kami memproyeksikan pertumbuhan yang tentu jauh lebih signifikan dibanding tahun lalu," ujar Novendy.

Startup kasir online yang beroperasi sejak Oktober 2015 tersebut  sudah membuka kantor perwakilan di 14 kota yang tersebar di seluruh Indonesia. Ke-14 kota itu: Batam, Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bali, Makassar. Malang, dan Medan.

 



TERBARU

[X]
×