kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Kinibisa targetkan pendanaan US$ 700.000


Senin, 29 Oktober 2018 / 20:47 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi start up


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinibisa, start up baru didikan Digitaraya menargetkan dalam 18 bulan ke depan dapat meraup pendapatan sekitar US$ 700.000.

Pradhana Abhimantra, Co-Founder dan CEO Kinibisa menjelaskan bahwa setelah lulus dari program akselerasi Digitaraya, pihaknya berupaya untuk mendapatkan pendanaan.

"Targetnya di fund racing ini kami bisa dapatkan pendanaan sekitar US$ 200.000," ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (29/10).

Adapun dari pendanaan tersebut akan digunakan untuk mengembangkan aplikasi, partnership, premium content, dan membesarkan tim, serta untuk marketing. Sayangnya, ia tidak berkenan untuk merinci lebih lanjut terkait komposisi penggunaan dana untuk keperluan rencana ekspansinya tersebut.

Yang jelas, dalam road map bisnis yang sudah ditetapkan, pihaknya menargetkan dalam 18 bulan ke dean bisa meraup pendanaan sebesar US$ 700.000.

Meski mengincar pendanaan, pihaknya sudah merencanakan sumber pendapatan dari start up tersebut. Yakni berasal dari banner ads yang berada di website, co-branding event, dan dari premium subscrition. "Komposisinya 48% dari media, 12% dari event, dan 40% dari premium subscrition," terangnya.

Sekedar informasi, Kinibisa merupakan platform untuk mencari informasi terkait universitas dan beasiswa. Adapun target pasarnya adalah murid SMA kelas 3 atau yang tengah mencari perguruan tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×