kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45833,30   2,60   0.31%
  • EMAS945.000 0,53%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Kisah Pancal Bike Craft yang mendapat untung dari usaha push bike


Sabtu, 06 Maret 2021 / 11:05 WIB
Kisah Pancal Bike Craft yang mendapat untung dari usaha push bike

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kreativitas amat diperlukan dalam membuat usaha untuk bisa menangkap peluang bisnis. Terlebih di masa pandemi korona saat sekarang ini. 
Inilah yang dilakukan oleh Nugroho Sigit Riyadi, Pria asal Kecamatan Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sukses membuat usaha sepeda dorong atau kayuh alias push bike yang kerap dipakai oleh balita dengan label Pancal Bike Craft. 

Namun yang menjadi ciri khas sepeda kayuh besutannya adalah  terbuat dari kayu, terutama jati belanda. Biasanya sepeda dorong ini terbuat dari produk logam seperti aluminium.

Nugroho sendiri tergolong baru berkecimpung di usaha sepeda dorong, yakni sejak Mei 2020. Sebelum berkecimpung di kerajinan sepeda dorong, Nugroho dulu bekerja di toko perak di Kota Gede. Akibat pandemi, jam kerjanya berkurang. Yakni sehari masuk dan sehari libur.

Melihat situasi tersebut, dirinya kepikiran untuk membuat usaha. Terbersit keinginan untuk membuat interior dari kayu. Tetapi tanpa terduga, ide usaha itu justru datang dari sang buah hati yang merengek ingin mempunyai push bike yang sempat ngetren selama pandemi berlangsung.

Untuk membuat sepeda dorong, Nugroho mempelajarinya secara autodidak dari konten Youtube. Bedanya dengan sepeda dorong yang sudah ada, kali ini ia membuatnya dengan bahan kayu dari jati Belanda.

Baca Juga: Push bike lagi ngetrend, ini harga sepeda latihan anak besutan RMB yang terjangkau

Saat jadi, ia bersama sang anak pun bermain di sekitar tempat tinggalnya. "Pas sudah jadi dibuat keliling kampung banyak yang minat dibuatkan juga," cerita Nugroho kepada KONTAN.

Pelan namun pasti, permintaan sepeda dorong kayu besutannya mulai banyak permintaan. Bersama sang isteri, ia memproduksi sepeda kayu tersebut. 
Untuk memperluas pasar, Nugroho juga langsung memanfaatkan pemasaran digital. Yakni via media sosial serta marketplace. Ia membanderol sepeda kayuh mulai Rp 300.0000-Rp 400.000 tergantung ukuran.

Hasilnya pun tergolong lumayan. Dalam sebulan ia bisa menjual rata-rata 20 sepeda dorong. Sedangkan kemampuan produksi Pancal Bike Craft adalah bisa mencapai 50 sepeda sebulan. "Alhamdulillah, permintaan terus naik," ucapnya sambil menyebut dalam sebulan bisa mengantongi omzet Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. 

Tak hanya merambah Yogyakarta saja, konsumen Pancal Bike Craft juga datang dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi dan Bali.

Untuk inovasi berikutnya, ia berencana membuat go kart dari kayu. Kemudian tengah mengembangkan sepeda roda tiga juga dari kayu yang merupakan permintaan dari salah satu konsumennya. 

Konsultan usaha Erwin Halim menyarankan Pancal Bike Craft untuk mulai membuat standardisasi produk sepeda kayu tersebut. Tujuannya adalah untuk bisa bersaing dengan push bike dari pabrikan. 

Selanjutnya: Selain masker, wastafel portabel ternyata laris manis selama pandemi

 




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×