kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45830,70   -7,12   -0.85%
  • EMAS940.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.46%
  • RD.CAMPURAN -0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Komerce menjaring fulus dari bisnis optimalisasi bisnis online UMKM


Sabtu, 12 Juni 2021 / 10:20 WIB
Komerce menjaring fulus dari bisnis optimalisasi bisnis online UMKM

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Makin banyak startup atau usaha rintisan yang menempatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sebagai target pasarnya. Kondisi ini tidak terlepas dari masih belum optimalnya para pelaku UMKM memanfaatkan teknologi digital.

Situasi itulah yang banyak menjadi incaran para usaha rintisan. Salah satunya adalah Komerce, startup asal Purbalingga, Jawa Tengah.

Startup yang awalnya bernama Kampung Marketer ini sudah beroperasi sejak 2017. Layanan yang Komerce tawarkan adalah membantu pelaku UMKM dalam menjalankan bisnis online. 

Caranya, dengan menempatkan tenaga pembantu yang Komerce sebut talent untuk membantu dan membimbing setiap pelaku UMKM yang menjadi klien mereka dalam mengoptimalkan teknologi digital untuk bisnis. "Jadi, kami membantu bisnis online (UMKM) untuk memaksimalkan usahanya lewat talent kami," kata    Didi Setiadi, Manajer Komunikasi Pemasaran Komerce kepada KONTAN.

Baca Juga: Ekspansi Pasarmu.id memberikan layanan digital berbelanja di pasar tradisional

Saat ini, ada tiga layanan yang Komerce tawarkan kepada para kliennya. Yakni, layanan customer service,  advertiser, serta administrasi penjualan online atawa admin marketplace.

Para pelaku UMKM yang menjadi klien Komerce, Didi menjelaskan, bisa memilih fitur yang mereka butuhkan. Kemudian, setelah memilih satu bahkan seluruh, Komerce akan menempatkan talent untuk membantu melakukan optimalisasi bisnis online dari para klien. 

Didi mengklaim, setiap talent yang Komerce tempatkan sudah menjalani pelatihan dan berpengalaman. Selain itu, setiap informasi produk hingga mitra bisnis dari para klien, juga Komerce jaga kerahasiaannya. 

Karena itu, layanan yang startup ini tawarkan mendapat respons positif. Hingga saat ini, sudah ada 234 pelaku usaha yang menjadi klien mereka. Bahkan, para klien tidak terbatas kalangan UMKM saja, tetapi ada juga dari perusahaan.

Sementara jumlah talent yang tergabung dalam Komerce saat ini ada 542 orang. Basis para talent ini ada di Purbalingga. Hanya, Didi mengungkapkan, jumlah talent yang ada mengalami penurunan ketimbang sebelum pandemi virus korona baru yang ketika itu mencapai 800 orang. 

Sedangkan sistem monetisasi yang Komerce terapkan adalah berdasarkan jumlah talent yang mereka tempatkan di klien. Untuk satu talent, biayanya Rp 500.000 per orang. Namun, jika memakai lebih dari 5 talent, tarifnya menjadi hanya Rp 300.000 per orang.

Sayang, Didi tidak memerinci penghasilan yang Komerce raih hingga saat ini. Yang jelas, untuk tahun ini, Komerce masih bakal fokus untuk pengembangan aplikasi. Misalnya, mengoptimalkan fitur administrasi marketplace yang baru berjalan tiga bulan. 

Terkait suntikan pendanaan ke Komerce, Didi menyebutkan, sudah ada komunikasi dengan pihak-pihak yang berminat jadi investor.

Selanjutnya: TaniHub Group raih pendanaan seri B sebesar US$ 65,5 juta, dipimpin MDI Ventures

 




TERBARU
Kontan Academy
Excel Master Class: Data Analysis & Visualisation Certified Supply Chain Analyst (CSCA) Batch 10

[X]
×