kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   0,00   0.00%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Laba mengalir dari jasa antar jemput ASI


Senin, 23 Desember 2019 / 20:38 WIB
Laba mengalir dari jasa antar jemput ASI
ILUSTRASI. Logo AADC-Antar Asi Daily Care (AADC) akan melebarkan sayap wilayah di Bandung pada 2020.  Foto: Dokumentasi AADC    

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Semakin tingginya kesadaran seorang ibu mengenai manfaat ASI bagi buah kini terlihat. Tingginya manfaat ASI untuk buah hati membuat banyak ibu tetap berikan ASI eksklusif kepada bayinya meski sibuk bekerja.

Ceruk dari fenomena ibu yang tetap berikan ASI kepada buah hati meski berkarir menjadi potensial bagi tumbuhnya jasa antar ASI. Melalui jasa antar ASI si ibu bisa mengirim ASI hasil pompaan di kantor untuk buah hati di rumah.

Potensi bisnis jasa antar jemput ASI dibaca oleh Prandityo Hangrenggo pemilik Antar ASI Daily Care (AADC). Merintis usaha AADC pada Maret 2017, Tyo sapaan akrabnya dulu menggawangi pengirimannya sendiri. Saat ini dua tahun berjalan, AADC sudah miliki 5 kurir yang dapat melayani jasa antar jemput ASI di Jabodetabek.

"Saya awal karena anak saya lahir akhir 2016, dia diagnosa lip tie dan tounge tie jadi susah menyusu pada si ibu langsung. Dikasih saran buat ambil donor ASI tapi dulu kalau order di jasa antar ASI tuh selalu fullbooked, nah dari situ saya kepikiran buat jasa ini dan saya jalani dulu sendiri sebagai kurir awalnya," jelas Tyo kepada Kontan.co.id, Senin (23/12).

Baca Juga: Memompa ASI di toilet memiliki dampak buruk untuk ibu dan bayi, apa saja?

Pengguna yang ingin menggunakan jasa AADC dijelaskan Tyo cukup menghubungi kontak yang tertera di akun instagram AADC @antarasi.dailycare.

Nanti pengguna akan diminta keterangan oleh admin dari AADC. Untuk tarif pengiriman sendiri, Tyo menyebut di AADC mematok Rp 4.000 per satu kilometer.

"Setiap hari kita masih rata-rata 8 order tiap hari, karena kita kan baru banget dan ada 5 kurir saat ini," sambung Tyo.

Keunggulan yang ditawarkan AADC ialah tracking yang selalu di update kepada pengguna. Jadi akan ada pemberitahuan secara langsung posisi kurir yang mengantar ASI. Setiap harinya AADC hanya menerima pesanan jasa antara jemput ASI mulai jam 08.00 WIB - 23.00 WIB.

Kini ada sekitar 1.300 user dari AADC, dan lantaran lebih banyak melayani jasa antar jemput ASI untuk pendonor, maka segmentasi AADC kini lebih condong ke ASI untuk didonorkan.

"Untuk omzet masih kecil kita paling Rp 11 juta sampai Rp 12 kita, kan masih baru juga. Ya kita terbuka buat investor juga karena rencana mau ada aplikasi agar bisa ada komunikasi antara pendonor dan resipien. Sekarang masih by chat WhatsApp," ungkap Tyo.

Baca Juga: Anak dan ibu senang, bisnis pun jadi melenggang

Melihat tren jasa antar jemput ASI yang ke depan akan semakin tinggi demandnya. Tyo berencana ingin ekspansi AADC ke kota kembang Bandung pada Maret 2020. Rencanannya akan ada 2 kurir lagi yang menggawangi pengiriman ASI di Bandung.



TERBARU

[X]
×