kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Margin usaha produksi face shield bisa 40%, tertarik?


Rabu, 17 Juni 2020 / 20:53 WIB
Margin usaha produksi face shield bisa 40%, tertarik?
ILUSTRASI. Penumpang memakai masker dan pelindung wajah (face shield) di Kereta Api (KA) Ranggajati relasi Cirebon-Jember saat transit di Stasiun Balapan, Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2020).

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Ingatkah Anda, pada awal masa pandemi di Indonesia, yakni Maret, ada seorang ibu yang jadi viral ketika berbelanja di supermarket. Alih-alih memakai masker, ibu tadi menggunakan plastik dari botol air mineral yang dipotong dan dipakai untuk pelindung muka.

Saat itu, aksi sang ibu mengundang tawa, lebih lagi alasannya memakai pelindung muka. “Biar ludahnya enggak muncrat ke mana-mana,” ujarnya dalam bahasa Jawa.

Kini ceritanya sudah beda. Masyarakat telah akrab memakai masker kain di luar rumah. Banyak pula orang menggunakan face shield atau pelindung wajah, agar tetap yakin aman dari paparan virus korona.

Jadi, bukan hal aneh lagi, saat orang yang bukan tenaga medis, mengenakan face shield untuk aktivitas mereka di luar rumah. 

Baca Juga: Aktivitas bisnis mulai berjalan, Panorama Group sewakan bus dengan protokol kesehatan

Lebih lagi pada hari-hari mendatang, di mana beberapa pemerintah daerah menerapakan fase kenormalan baru atau new normal. Alhasil, pelindung diri seperti masker dan face shield tetap banyak dicari orang.

Maklumlah, para pengelola keramaian publik juga mewajibkan perangkat ini. Misalnya saja, PT Kereta Api Indonesia (KAI). 

Nah, melihat situasi ini, beberapa orang pun berinovasi. Mereka mulai memproduksi dan menjual pelindung wajah atau face shield.

Salah satunya Dennis Halim dan Handiyando. Memasarkan face shield lewat akun instagramnya, @faceshield_indonesia, mereka menuai untung tak sedikit.

Baca Juga: Simak panduan protokol kesehatan bagi peritel dan pusat belanja saat new normal



TERBARU
Terpopuler

[X]
×