kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Memetik manisnya bisnis anggur ninel (1)


Sabtu, 11 Januari 2020 / 13:15 WIB
Memetik manisnya bisnis anggur ninel (1)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggur sejak dulu dikenal sebagai buah raja dan bangsawan. Sebagai buah mewah, karena harganya yang lumayan mahal, anggur juga memiliki ragam khasiat, seperti bisa mencegah kanker, penyakit jantung serta melawan penuaan dini.

Inilah yang membuat buah anggur begitu spesial. Dan acap kali menjadi buah tangan di acara tertentu atau hari raya. Tak heran jika di pasaran ada begitu banyak varian jenis anggur. Baik itu yang berasal dari luar negeri ataupun lokal. 
 
Salah satunya adalah anggur ninel. Buah anggur yang berasal dari Ukrania ini  punya nilai lebih ketimbang jenis anggur lainnya.  Misalnya dari sisi ukuran yang cukup besar dari buah anggur lainnya yakni rata-rata panjangnya 3 cm. Begitu juga tingkat kemanisannya atau nilai gula asamnya yang mencapai 22 brix, sedangkan  rata-rata anggur jenis lainnya sekitar 18 brix.
Keunggulan lainnya, meski berasal dari negeri seberang, jenis anggur ini ternyata bisa ditanam di iklim tropis seperti Indonesia. Maklum, untuk bisa menghasilkan buah anggur ninel yang manis, selama masa tanam harus terkena sinar matahari sekitar 60%.
Dengan semua keunggulan tersebut, tak heran jika salah satu pembudidaya anggur yakni Rio Aditya asal Bantul, Yogyakarta mengandalkan keberadaan anggur yang berwarna merah marun tersebut. Maklum. dirinya sudah melakoni budidaya anggur sejak 2010. 
 
Dari sekian banyak jenis anggur yang ditanam, pilihannya jatuh ke anggur ninel. "Saya ada 40 jenis anggur. Unggulannya adalah ninel, yang lain sebatas dikembangkan dan dipelajari," katanya kepada KONTAN.
 
Ia sendiri belajar secara autodidak budidaya anggur. Semua jenis anggur tersebut ia tanam di lahan pekarangan rumahnya. Di halaman depan seluas 200 m² dan di halaman belakang, sekitar 250 m².
 
Setelah melalui proses masa tanam, kini Rio sudah bisa memanen ninel saban harinya. Sayang, ia tidak merinci besaran panen saban hari yang didapat dari ninel tersebut.
 
Yang pasti, setiap satu tandan buah anggur yang masih bertengger di dahan, rata-rata punya bobot sekitar 3 kg dengan harga sekitar Rp 100.000 per kilo.
 
Selain buah, Rio juga menjajakan bibit anggur ninel di kebunnya yang bernama Satriya Grape Farm. Ada dua jenis bibit yang ia jual yakni bibit on root dari batang asli dengan harga Rp 200.000 per bibit serta bibit sambung atau grafting sekitar Rp 125.000 per bibit.
 
Saban hari ia bisa menjual 10 bibit. Pembeli yang datang tidak cuma dari Yogyakarta tapi juga luar Jawa. Maklum, dirinya juga sudah memasarkan bibit anggur dan buahnya via media sosial.
 
Pembudidaya ninel lainnya, Kustiyah baru menekuni sejak 2017. Satu tahun kemudian dirinya sudah bisa memanen anggur ninel. Ia juga menjajakan bibit ninel. "Anggur ninel ini bisa cepat panen dan tidak rewel, cocok untuk yang mau belajar," ucapnya.                    
 
(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×