kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Menangguk Untung dari Roti Tanpa Pengawet


Sabtu, 14 Maret 2026 / 07:10 WIB
Menangguk Untung dari Roti Tanpa Pengawet
ILUSTRASI. The Morning Bites (Dok/The Morning Bites)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hal yang biasa dilakoni, ternyata bisa menjadi peluang usaha. Seperti yang dialami Lutfia saat kerap menyediakan bekal bagi anak dan keluarganya, menjadi ide untuk membuka usaha Morning Bites, label produk roti tanpa pengawet.

Untuk itu, dia mulai menggarap usaha pembuatan roti yang diklaim sehat karena tanpa pengawet mulai tahun 2023. Apalagi, kala itu perempuan yang akrab disapa Fia ini melihat pasar roti sehat tanpa pengawet amat potensial.

"Ide bisnis ini bermula dari kebiasaan menyiapkan sarapan untuk keluarga sekaligus bekal anak. Sarapan yang dipilih sederhana, seperti roti, namun tetap sehat dan dibuat secara rumahan, sebagai alternatif dari kebiasaan membeli di minimarket," ujarnya kepada KONTAN, Kamis (12/3).

Baca Juga: Mencetak Fulus dari Produk Handmade

Menariknya, Lutfia memulai bisnis ini tanpa modal besar di awal. Ia memanfaatkan sistem pre-order (PO) H-1, dan pembayaran dilakukan di muka oleh pelanggan. Dengan pola ini, ia bisa memastikan produk tetap segar saat sampai di tangan konsumen dan meminimalisir risiko stok tersisa. 

Supaya targetnya tepat sasaran, ia pun membidik pasar keluarga kecil dan ibu pekerja yang mencari kepraktisan tapi tetap peduli pada aspek kesehatan. 

"Sarapan yang disajikan tetap sederhana dan menjadi favorit anak-anak, tetapi dibuat lebih sehat karena diproduksi secara rumahan tanpa menggunakan bahan pengawet atau menggunakan ragi alami," jelasnya.

Baca Juga: Beradaptasi untuk Membesarkan Usaha

Untuk menu yang disajikan, The Morning Bites menawarkan varian, seperti rustic sourdough, soft sourdough, salt bread, dan cinnamon roll. Hingga saat ini, menu yang menjadi primadona dan paling banyak diburu pelanggan adalah   soft sourdough, cranberry cheese, dan salt bread. 

Soal harga, Lutfia mematok angka yang kompetitif untuk kualitas bahan premium yang ditawarkan. Meski memiliki kedai fisik yang strategis di jalur pelari pagi saat akhir pekan, dia mengaku, mayoritas pesanan masih didominasi oleh kanal digital.

Baca Juga: Resep Bisnis Cookies Tetap Cuan Menjelang Hari Raya

"Paling banyak pembelian lewat online. Sebagian besar pelanggan berasal dari kawasan perumahan di belakang lokasi toko, namun untuk pemesanan mayoritas melakukan order melalui WhatsApp maupun Instagram," tuturnya.

Perkembangan bisnis The Morning Bites terbilang cukup kencang. Lutfia menceritakan, pada tahun pertama, dirinya masih fokus pada tahap riset dan pengembangan. Lalu, di tahun kedua, performa bisnisnya mulai terlihat positif dengan pertumbuhan signifikan.

"Tahun kedua mulai terlihat omzet cukup signifikan, tumbuh hingga 80% sampai sekarang, sebulan penjualan bisa mencapai belasan juta," ungkapnya.

Ke depan, ia memastikan, tidak ingin terburu-buru melakukan ekspansi besar. Sebab, masih fokus mengedepankan kualitas rasa serta meningkatkan fasilitas  toko untuk layanan dine in.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×