Reporter: Vina Elvira | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Momentum hari raya masih menjadi ladang cuan bagi pelaku usaha di sektor kuliner, khususnya kue kering. Salah satunya dirasakan Rosalia Andriani, pemilik Chic’s Cookies, yang sudah menekuni bisnis ini sejak 2002 silam.
Adapun usaha kue kering alias cookies ini berawal dari aktivitas sederhana, untuk mengisi waktu luang di rumah. Berawal dari dapur rumah, usaha tersebut kemudian tumbuh berkat promosi dari mulut ke mulut. Kini, Chic's Cookies mampu menjual ratusan toples kue kering tiap Lebaran.
"Awalnya saya hanya iseng membuat cookies untuk mengisi waktu. Lalu suami membawa ke kantor untuk camilan teman-temannya. Ternyata responsnya bagus dan banyak yang bilang enak,” ujarnya kepada KONTAN, Kamis (12/2).
Baca Juga: Cuan Sengatan Casion Terus Menyebar
Saat itu, sang suami bekerja di PT Bridgestone Tire Indonesia. Dari rekan-rekan kantor itulah pesanan mulai berdatangan, terutama menjelang hari raya. Bahkan produknya sempat masuk koperasi karyawan dan makin dikenal lebih luas.
Melihat hasil itu, Rosalia langsung fokus usaha pada kue kering, karena minim risiko dibanding produk roti atau kue basah. Alhasil beragam kue kering sudah ia produksi dan menjadi pilihan kala menjelang hari raya seperti Lebaran.
Baca Juga: Fulus dari Gaya Batik Peranakan Kekinian
Mulai dari nastar, kastengel, putri salju, dan sagu keju yang menjadi tulang punggung penjualan Chic's Cookies setiap tahun.
Namun yang namanya usaha, pasti ada pasang surutnya. Pengakuan Rosalia dua tahun terakhir penjualannya sempat menurun. Hal itu dipengaruhi daya beli masyarakat yang melemah.
"Ini mengingat banyak perusahaan mem-PHK karyawan, jadi mereka lebih berhemat," tukasnya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, penjualan bisa menembus di atas 1.000 toples saat musim hari raya. Namun tahun lalu realisasinya hanya mencapai 800 toples.
Baca Juga: Produk Kebaya dan Fesyen Muslimah yang Lahir dari Kemandirian
Rosalia mengungkap, produksi Chic’s Cookies memang difokuskan pada momentum besar seperti Idul Fitri dan Natal. Sedangkan pada hari-hari biasa, Rosalia hanya memproduksi kue kering sesuai dengan pesanan saja.
Dus, untuk menyiasati lesunya permintaan kue kering, Rosalia mulai memperluas pemasaran dengan membuat reseller, di samping itu juga tetap mengandalkan pemasaran secara online via media sosial.
Menurutnya, keberadaan reseller tersebut cukup membantu menjaga penjualan Chic's Cookies yang sempat menurun. Apalagi banyak kompetitor kini bermunculan.
Sejak tahun 2020 lalu, Rosalia juga mulai merambah diversifikasi produk dengan membuat hampers cookies yang dibanderol mulai Rp 300.000 per paket saat menjelang hari raya.
Perluasan kemasan produk serta pasar itu membuahkan hasil. Pada saat hari raya, ia sanggup menjual hingga 60 hampers. Tambahan penjualan itu menutup biaya bahan baku yang melonjak.
Selanjutnya: Pembelajaran Oil Booming dari Meksiko
Menarik Dibaca: Katalog Promo JSM Superindo Diskon hingga 40% Periode 13-15 Februari 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)