Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Markus Sumartomjon
KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Dari hobi, biasanya ide usaha langsung muncul. Inilah yang dialami Andre Firmansyah, pendiri Speed Jersey asal Bandung, Jawa Barat. Sebuah merek jersey yang berdiri 2013.
Menurut Riki Sukma Sejati, Retail Manager PT Sab Indo Industries, industri kecil dan menengah (IKM), produsen Speed Jersey, awal mula Andre, yang juga kakak dari Riki, merintis usaha ini tatkala bergabung dengan komunitas sepeda. Andre membuat jersey dan menawarkannya ke anggota komunitas tersebut.
Gayung bersambut, jersey yang Andre jajakan mendapatkan respons positif. Maklum, dalam membuat jersey, ia mengutamakan kualitas. Seperti bahan antibakteri dan antikusut. Pesanan pun tidak ada batas minimal serta menerima desain khusus.
Alhasil, pesanan tak hanya datang dari lingkaran komunitas sepeda, tapi menyebar hingga ke perusahaan-perusahaan. Faktor inilah yang membuat Speed Jersey mulai memproduksi sendiri jersey dari sebelumnya menyerahkan kepada para mitra kerja.
Baca Juga: Dari Sepatu Sekolah Menjelma Jadi Ikon Fesyen Lokal
Sayang, usaha Speed Jersey terimbas pandemi Covid-19. Maklum, klien utama mereka kebanyakan dari perusahaan-perusahaan lantaran Speed Jersey lebih banyak menjalankan usaha secara business to business (B2B) kala itu.
Untuk menyiasatinya, Speed Jersey mulai membidik pasar ritel alias business to consumer (B2C).
"Jadi, kami mulai merambah pasar baru, tapi B2B tetap berjalan," kata Riki kepada KONTAN saat ditemui di gerai Speed Jersey di Bandung belum lama ini.
Perusahaan tersebut juga mengikuti tren yang banyak memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran. Mulai dari situs belanja hingga media sosial.
Permintaan pun berdatangan. Tak hanya itu, Speed Jersey mendapatkan pesanan di luar jersey. Speed Jersey pun mulai merambah produk fesyen lainnya. Seperti jaket, celana, topi, dan rompi. Atau, menyesuaikan sesuai permintaan pelanggan.
Baca Juga: Potensi Industri Fesyen Lokal Menjangkau Pasar Global
"Ada yang memang dibuat made by order (sesuai permintaan)," ungkap Riki.
Kemudian, untuk lebih menggencarkan pemasaran, Speed Jersey mulai memanfaatkan brand ambassador. Selain itu, juga memanfaatkan pameran yang digelar pemerintah daerah.
Hasilnya, Riki menyebutkan, Speed Jersey kini sanggup memproduksi sebanyak 10.000 sampai 15.000 jersey saban bulan di pabrik miliknya. Belasan ribu jersey ini dijajakan di 15 toko yang tersebar di Bandung, Batam, dan Aceh. Adapun gerai di Jakarta, bentuknya adalah kemitraan.
Bukan cuma itu, Speed Jersey sudah merambah pasar regional, seperti Singapura dan Malaysia via pemasaran digital. Tak heran, mereka saban bulan bisa meraup omzet hingga miliaran rupiah.
Dengan hasil itu, Speed Jersey, menurut Riki, akan menambah kapasitas produksi serta memperluas pasar mereka, baik di dalam maupun luar negeri.
Selanjutnya: BSI Cetak Laba Rp 1,16 Triliun Per Februari 2025
Menarik Dibaca: Diet? Minum 5 Jus untuk Menurunkan Berat Badan Lebih Cepat Ini Setiap Hari
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News