kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Menjajal potensi Laopoo, gerai makanan minuman 2 in 1


Sabtu, 15 Februari 2020 / 12:50 WIB
Menjajal potensi Laopoo, gerai makanan minuman 2 in 1

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu kudapan yang cukup digandrungi kaum milenial adalah makanan berbasis ayam. Terutama menu ayam goreng krispi alias daging ayam digoreng kering. Di antaranya adalah ayam krispi ala Taiwan. 

Makanan ini sejatinya merupakan ayam goreng filet yang berbalut tepung renyah. Supaya bisa menggoyang lidah, makanan ini biasanya ditambah taburan aneka rasa bumbu-bumbuan. 
 
Saat ini gerai-gerai penjual ayam krispi kekinian ini mudah dijumpai di tempat-tempat keramaian. Mulai dari  di pusat belanja hingga di kampus universitas.
Melihat bisnis olahan ayam peminatnya masih besar, Okki Indiyanto menjajal terjun di bisnis ayam krispi ala Taiwan. Ia pun membuka gerai berlabel Laopoo yang masih dibawah bendera Salira Group, usaha bidang kuliner yang berbasis di Bekasi, Jawa Barat. "Laopoo itu bahasa Jawa yang artinya sedang apa atau mau apa," katanya kepada KONTAN, Selasa (11/2).
Gerai Laopoo sendiri baru resmi beroperasi sejak November 2019 yang berlokasi di Depok, Jawa Barat. Dengan pertimbangan ingin cepat ekspansi bisnis, Okki langsung menawarkan kemitraan usaha.

Ia hanya menawarkan satu paket investasi kepada mitra yakni sebesar Rp 14 juta. Okki mencoba bikin perbedaan gerai ayam Laopoo dengan gerai ayam goreng sejenis. Laopoo menawarkan konsep usaha 2 in 1. 

Selain jualan ayam krispi ala Taiwan gerai ini juga jualan menu minuman kekinian. Beberapa menu minuman yang mereka tawarkan adalah minuman olahan kopi, thai tea dan berbagai minuman lain dengan campuran susu vermentasi.

Dengan paket tersebut, mitra bakal mendapat ragam peralatan dan perlengkapan usaha. Seperti cup sealer, deep fryer gas, cool box, peralatan operasional, bahan baku awal berupa tepung ayam krispi shihlin dan bubuk minuman untuk 200 porsi, beserta resep dan pelatihan karyawan.

 
Kemitraan ini tidak menetapkan biaya royalti atau kemitraan. Tapi mitra harus membeli bahan baku ke pihak pusat. "Kebetulan kami membuat semua bahan baku, seperti sari tepung marinasi, tepung celup, tepung ayam serta bumbu tabur," tuturnya.
 
Saat beroperasi, Laopoo menawarkan ragam menu. Mulai dari ayam krispi, original, barbeku, rumput laut dan keju dengan harga Rp 15.000 per porsi. Untuk minuman harganya mulai dari Rp 8.000-Rp 10.000 per porsi.  "Menu yang laris adalah ayam krispi, rumput laut dan rasa original, untuk minuman adalah thai tea," sahutnya.
 
Dengan ragam menu yang tersaji, ia targetkan mitra bisa meraup omzet berkisar Rp 600.000-Rp 800.000  per hari.  Margin usahanya sekitar 50%. Dengan hasil tersebut ia targetkan mitra bisa balik modal sekitar empat bulan saja. Sampai akhir tahun ini, Laopoo  menargetkan bisa mempunyai 15 mitra.           




TERBARU

Close [X]
×