kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Menjaring Milenial via Furnitur Minimalis


Sabtu, 17 Desember 2022 / 07:45 WIB
Menjaring Milenial via Furnitur Minimalis


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis furnitur masih terus melaju hingga kini. Beragam jenis usaha furnitur masih tetap eksis. Salah satunya yang memadukan penjualan online dan offline seperti Dekoruma.

Start up yang fokus di usaha furnitur ini tengah berupaya mengembangkan laju usahanya. Apalagi saat pandemi Covid-19 yang lalu, Dekoruma masih bisa menjalankan bisnis mereka. Hal ini tidak terlepas dari aktivitas di rumah yang banyak dilakukan orang di masa pandemi. 

Menurut Dimas Harry Priawan, Co Founder dan Chief Executive Officer Dekoruma, di saat pandemi makin banyak orang yang peduli terhadap interior rumah masing-masing.

Lantaran di kala itu, aktivitas banyak dilakukan di dalam rumah.

"Saat itu kami mencoba menawarkan bagaimana membuat pojok rumah yang awalnya biasa menjadi nyaman untuk bekerja," kata Dimas saat paparan, Rabu (14/12).

Baca Juga: Pemerintah Mendorong Peningkatan Ekspor Sektor Furnitur

Dekoruma pun menawarkan beragam produk furnitur yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, desain yang ditampilkan Dekoruma juga bermacam-macam. Mengikuti selera yang tengah trendi.

Misalnya konsep furnitur ala Jepang atau Skandinavia yang berukuran tidak terlalu besar. Konsep ini dinilai cocok untuk hunian minimalis yang masih trendi.

Untuk menarik minat, Dekoruma mencoba menawarkan produk furnitur sesuai dengan kebutuhan. Misalnya Dekoruma sempat menawarkan promosi produk furnitur untuk pojok rumah yang tidak terlalu luas. 

Promosi ini ditujukan bagi kaum milenial. Menurut Dimas, kaum milenial kini mulai punya pandangan tentang membeli produk produktif, dan salah satunya adalah furnitur untuk menunjang produktivitas mereka. Adanya potensi pasar inilah yang coba ditangkap oleh Dekoruma.

Untuk bisa menyediakan produk furnitur sesuai selera pasar, Dekoruma menjalin kerjasama dengan para usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) furnitur. Alhasil, sebanyak 99% produk furnitur yang dijajakan Dekoruma merupakan produk lokal.

Sedangkan untuk pemasaran, Dekoruma mengandalkan dua jalur utama, yakni jalur pemasaran online serta offline. Untuk online lewat aplikasi Dekoruma, sedangkan offline via gerai Dekoruma yang biasa disebut experience center.

Adapun jumlah gerai Dekoruma saat ini sudah mencapai 20 gerai penjualan yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Bali dan Medan. 

Lewat jalur pemasaran yang beragam, Dimas mengklaim sepanjang tahun ini Dekoruma sudah bisa menjual ribuan unit furnitur. Melihat hasil yang positif tersebut, Dekoruma pun terus melakukan ekspansi bisnis.

Misalnya rencana untuk memperluas daerah pemasaran dengan mendirikan gerai penjualan anyar di Pekanbaru dalam waktu dekat. Sayang, Dimas tidak merinci target bisnis yang ingin diraih tahun depan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×