kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Meracik peluang wangi dari produk perawatan tubuh (1)


Sabtu, 21 Desember 2019 / 11:45 WIB
Meracik peluang wangi dari produk perawatan tubuh (1)

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -JAKARTA> Bisnis produk pewangi dan perawatan tubuh dari bahan alami masih banyak peminatnya. Lonjakan permintaan produk ini tak terlepas dari kepedulian konsumen terhadap produk herbal yang dianggap tidak membahayakan tubuh juga lingkungan.

Fakta inilah yang membuat pebisnis produk kecantikan dari bahan alami bisa tetap eksis hingga kini. Salah satunya adalah Tamesewa asal Bandung. Tamesewa  adalah label milik Meirani yang mengkhususkan diri di produk parfum atau wewangian herbal. 
Bisnis Tamesewa berawal dari upaya untuk menghemat pengeluaran biaya parfum keluarga. Meirani memulai usaha tersebut pada 2016. 
Dirinya langsung fokus ke produk wewangian yang terbuat dari bahan alami, seperti air suling, esensial oil, vitamin E dan pewangi resep dari keluarga yang ia rahasiakan. "Ada 25 varian wangi. Ada wangi rumput, tanah, mangga, vanili, stroberi dan lainnya," katanya kepada KONTAN belum lama ini.
 
Saban bulan, Tamesewa sanggup memproduksi 300 botol parfum tipe body mist. Selain memenuhi permintaan di kota Kembang, dirinya juga memasarkan produk tersebut hingga Kalimantan dan Papua. "Penjualan Tamesewa masih lewat online dan reseller," jelasnya.
 
Meirani membanderol  harga mulai dari Rp 75.000  sampai Rp 225.000 per botol. Dengan harga ini ia bisa mengantongi omzet sekitar Rp 4 juta per bulan. Kalau ditambah dengan hasil penjualan oleh reseller, dirinya bisa meraup omzet sekitar Rp 15 juta sebulan. 
 
Pemain lain di bisnis ini adalah Ervina yang membuat produk perawatan tubuh dengan label Samala. Produknya antara lain virgin coconut oil, infused oil, dan hand lotion. 
 
Ervina yang memulai usaha pada 2017 ini sengaja memproduksi ragam produk perawatan untuk kulit tersebut lantaran ia pernah punya masalah pada kulitnya, hingga harus mengeluarkan biaya tidak sedikit ke dokter kulit. "Akhirnya saya melakukan percobaan membuat produk perawatan kulit secara otodidak," katanya kepada KONTAN.
 
Beberapa produk perawatan kulit Samala di banderol mulai dari Rp 35.000 per botol sampai Rp 55.0000 per botol.  Saban bulan Samala mampu memproduksi 50 botol sampai 60 botol produk perawatan kulit.  
 
Sama seperti Tamesewa, Samala juga memanfaatkan pameran dan e-commerce untuk wadah memasarkan produknya.. "Untuk marketplace Samala menjual di Tokopedia, Bukalapak, Shopee dan lewat Instagram @samala.id," sambungnya.
 
Hasil jualan online terbilang lumayan. Rata-rata sebulan, Samala bisa menjajakan 20 - 30 botol. Adapun produk terlaris adalah hand lotion. Adapun jangkauan pasar sejauh ini masih sekitar Jakarta dan Tangerang.  
 
(Bersambung)




TERBARU

Close [X]
×