kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Meraup rezeki dari bisnis kudapan


Sabtu, 27 April 2019 / 15:05 WIB

Meraup rezeki dari bisnis kudapan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Berawal dari ajakan Dewan Nasional Indonesia Kesejahteraan Sosial (DNIKS) kepada PT Indofood Sukses Makmur Tbk pada tahun 2010 untuk mendukung program posdaya di Desa Ciketing Udik, Bekasi, Jawa Barat. Kini sudah terdapat 60 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkembang di sana.

Dahulu saat Indofood mulai masuk ke desa ini guna menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), banyak masyarakat di sini yang baru mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).


Pelatihan kewirausahaan diberikan kepada 30 orang dengan harapan akan menularkan ilmu kepada warga Ciketing lainnya agar bantu berdaya melalui UMKM lewat Bogasari Baking Center.

Lokasi desa ini hanya berjarak 1 kilometer (km) dari Tempat Pembuangan Samoah Terpadu (TPST) Bantar Gebang tak lantas membuat UMKM yang menghasilkan produk makanan olahan ini punya citra kotor dan jorok.

Ane Pujiastuti, Ketua Kader Posdaya UMKM Ciketing menyebut produk makanan dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Produk makanan jajanan pasar hingga roti manis menjadi andalan masyarakat di sini.

Untuk produk roti manis, Ane menyebut satu-satunya UMKM toko roti atau bakery di Ciketing adalah Roti Daffa milik Umi Salamah.

Roti Daffa mampu memproduksi sekitar 700 hingga 1.000 buah roti manis saban hari. "Pemasaran sendiri sudah 7 pabrik, lembaga dan instansi pemerintah di sekitar kawasan desa," jelas Ane pada Kontan.

Harga roti buatan UMKM di desa Ciketing ini dibanderol mulai dari Rp 2.500 untuk roti biasa dan Rp 4.000 untuk roti premium. Roti manis biasa disebut Ane yang berisi berbagai selai dan premium adalah roti manis dengan isi daging maupun keju.

Umi Salamah, ibu rumah tangga yang menjadi sosok dibalik berdirinya Roti Daffa menyebut dalam sehari rata-rata dapat membuat 15 kilogram (kg) adonan roti.

Umi menceritakan awal mula mendirikan usahanya ini banyak yang menolak karena dinilai memiliki harga yang mahal. "Awalnya begitu, kan roti di warung besar dan harga lebih murah," jelas Umi.

Hanya, semangat tak kenal lelah terus didengungkan Umi. Nama Daffa sendiri diambil dari nama buah hatinya

Mendekati bulan Ramadan seperti saat ini, Roti Daffa sudah mendapat pesanan dari para pelanggannya. Tercatat saat ini sudah terdapat pesanan sekitar 13.000 roti untuk tiga kali pengiriman ke Cileungsi Bogor.

Adapun kendala yang dirasakan para pengusaha UMKM di Desa Ciketing Udik ini adalah soal kualitas pengemasan. Hanya Ane bilang pihaknya akan terus berupaya dengan meminta pendampingan dari Indofood selaku yang membina UMKM di Ciketing untuk dibuat pelatihan.

Dengan pelatihan yang terus menerus serta tekad memperbaiki diri, pebisnis di sentra ini harapannya bisa semakin meluaskan pasar.


Reporter: Ratih Waseso
Editor: Markus Sumartomjon

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0487 || diagnostic_web = 0.3081

Close [X]
×