kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,11   -24,03   -2.49%
  • EMAS929.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.20%

Mimpi KlinikGo membangun 1.000 klinik kesehatan hingga daerah pelosok


Sabtu, 30 Oktober 2021 / 10:05 WIB
Mimpi KlinikGo membangun 1.000 klinik kesehatan hingga daerah pelosok

Reporter: Siti Masitoh | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Startup bidang layanan kesehatan menjadi salah satu usaha rintisan yang mendapat perhatian dari para investor. Salah satunya adalah KlinikGo, yang berkecimpung di layanan kesehatan berbasis digital.

KlinikGo baru saja mendapatkan pendanaan awal dari Risjadson Holding & Investment. Investor lain yang berpartisipasi adalah Gaido Group dan modal ventura asal Singapura, termasuk 5Digital Ventures.

Menurut Chief Executif Officer (CEO) KlinikGo Ogy Winenriandhika, para investor tertarik berinvestasi di KlinikGo setalah melihat pertumbuhan pengguna KlinikGo selama pandemi Covid-19 yang pesat. Tercatat, saat ini pengguna KlinikGo lebih dari 500.000.

"Selain itu, kami juga bekerjasama dengan Kementrian Kesehatan untuk memberikan layanan telemedicine. Itu juga mungkin salah satunya mengapa mereka tertarik melakukan pendanaan kepada kami,” kata Ogy kepada KONTAN, Jumat (22/10).

Sayang, Ogy tidak memerinci besaran pendanaa yang KlinikGo peroleh. Namun, startup layanan kesehatan yang berdiri pada 2019 ini berencana ekspansi lebih luas lagi, hingga menyasar ke seluruh daerah-daerah yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Ekspansi Feedloop semakin kencang setelah mendapat injeksi modal

Dengan pendanaan tersebut, KilinikGo menargetkan pendirian 1.000 klinik hingga 2022. Bukan cuma itu, Ogy bilang, KlinikGo akan menambah beberapa layanan  baru yang tentu saja masih berhubungan dengan  fasilitas kesehatan.

Saat ini, layanan KlinikGo baru ada di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dengan total lebih dari 100 klinik yang berdiri.

Jumlah klinik yang cukup banyak tersebut tidak terlepas dari kerjasama KlinikGo dengan aplikasi Perawatku, yang menyediakan tenaga perawat kesehatan. Kerjasama tersebut sudah berjalan sejak 2020.

Dengan kerjasama KlinikGo dengan Perawatku, klinik-klinik bisa mendapat pasokan tenaga medis dari aplikasi Perawatku.

Jadi, setiap pengguna layanan KlinikGo bisa memesan tenaga medis sesuai kebutuhan.

Dengan layanan tersebut, Ogy memasang target pendapatan KlinikGo ada di kisaran Rp 1,5 miliar per bulan hingga akhir tahun nanti. Lantas, dengan melakukan ekspansi usaha yang masif, membangun 1.000 klinik, dia menargetkan pendapatan KlinikGo pada tahun depan bisa menembus angka US$ 1 juta.

Ke depan, Ogy berharap, KlinikGo bisa memberikan layanan kesehatan yang mudah dijangkau dari segi harga oleh masyarakat. Selain itu, KlinikGo juga berencana menyediakan fasilitas kesehatan yang semakin baik kepada masyarakat.

"Kami punya mimpi, membantu masyarakat  mendapatkan layanan kesehatan dengan harga terjangkau, serta memberikan fasilitas kesehatan terbaik di daerah terpencil di Indonesia," ungkap Ogy.      

Selanjutnya: Start up aplikasi kesehatan semakin sehat di masa pandemi corona berkat telemedicine

 




TERBARU

[X]
×