kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.453   115,32   1,57%
  • KOMPAS100 1.039   19,04   1,87%
  • LQ45 761   10,81   1,44%
  • ISSI 263   5,34   2,07%
  • IDX30 401   3,97   1,00%
  • IDXHIDIV20 494   1,25   0,25%
  • IDX80 117   2,10   1,83%
  • IDXV30 135   1,48   1,11%
  • IDXQ30 129   0,75   0,59%

Momentum Ramadan, UMK Binaan Mind Id Memperluas Pasar Produk Lokal


Selasa, 10 Maret 2026 / 14:24 WIB
Momentum Ramadan, UMK Binaan Mind Id Memperluas Pasar Produk Lokal
ILUSTRASI. Pemberdayaan UMKM oleh MIND ID (dok/MIND ID)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Ramadan hingga Lebaran menjadi momentum penting bagi pelaku usaha mikro kecil (UMK) di berbagai daerah, termasuk wilayah sekitar tambang. Pada periode ini, terjadi lonjakan permintaan  dam produk berbasis kearifan lokal semakin diminati.

Sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar. Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Hera.  Pemilik merek Mirrando dari Bangka Belitung ini  memproduksi sirup dan jelly candy berbahan jeruk kunci, komoditas khas daerah setempat.

Usaha wanita berusia 53 tahun ini bermula dari dapur rumah dengan memanfaatkan jeruk kunci yang banyak tumbuh di sekitar tempat tinggalnya. Di awal perjalanan, Hera menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga akses pemasaran.

Situasi mulai berubah setelah ia menjadi mitra binaan PT Timah Tbk (TINS). Melalui program pembinaan, Hera mendapatkan akses permodalan, pelatihan manajemen keuangan, pemasaran digital, hingga kesempatan mengikuti pameran.

Baca Juga: Fulus dari Solusi Keuangan UMKM

Kini usahanya berkembang dan mampu mempekerjakan lebih dari belasan pekerja untuk proses produksi hingga distribusi. “Dulu rasanya semua serba sendiri. Sekarang ketika pesanan naik menjelang Lebaran, kami jauh lebih siap,” ujar dia dalam keterangannya, Selasa (10/3)

Cerita serupa datang dari Rosi Fitriani, pemilik UMK FnR Craft yang merupakan mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).. Rosi mengolah wastra khas Sumatra Selatan seperti songket dan jumputan menjadi tas etnik bernilai seni.

Di awal usaha, ia menghadapi keterbatasan desain produk dan jaringan pemasaran. Melalui pendampingan PTBA, FnR Craft mendapatkan dukungan kurasi desain, peningkatan kualitas produk, serta promosi melalui berbagai pameran.

Seiring waktu, produk tas etnik FnR Craft berhasil menembus pasar internasional seperti Malaysia, Thailand dan  Singapura. “Pendampingan dari PTBA membuat kami lebih percaya diri untuk masuk ke pasar korporasi hingga pasar luar negeri,” kata Rosi.

Bagi Mind Id - holding BUMN pertambangan- kisah Hera dan Rosi mencerminkan potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah tambang. Wakil Direktur Utama Mind Id, Dany Amrul Ichdan  menegaskan, pembinaan UMK menjadi bagian penting dari upaya menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

“Ketika kearifan lokal diperkuat dengan kapasitas produksi, kualitas, dan akses pasar, maka produk daerah tidak lagi berhenti sebagai komoditas lokal. Ia bisa naik kelas menjadi bagian dari rantai nilai yang lebih luas, bahkan global,” ujar Dany.

Melalui berbagai program pembinaan, Grup Id memberikan dukungan. Mulai dari akses permodalan, mentoring bisnis, kurasi desain dan kemasan, hingga penguatan strategi pemasaran digital. Akses pasar juga diperluas melalui berbagai pameran dan kanal pemasaran business-to-business (B2B).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×