kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Moojol mencoba mencuil kue di pasar transportasi online


Sabtu, 29 Februari 2020 / 10:50 WIB
Moojol mencoba mencuil kue di pasar transportasi online

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kesuksesan usaha rintisan atau startup berbasis jasa transportasi yang menggunakan platform online, seperti Gojek dan Grab masih menjadi inspirasi bagi pemain baru di dunia startup digital. 

Meskipun saat ini pasar jasa transportasi online sudah dikuasai oleh dua raksasa tersebut, tetap saja tak menutup peluang bagi pemain baru untuk mendapatkan cuan di bisnis ini. Sebab pasar transportasi berbasis online di Indonesia masih cukup besar, terutama untuk pengembangan di daerah-daerah. 
 
Salah satu pendatang baru dari layanan transportasi online adalah PT Moojol Patriot Indonesia (Moojol). Aplikasi yang sudah tersedia untuk diunduh oleh pengguna Android ini. Sebagai pemain baru, Moojol ingin ikut  memberi peran dalam mempermudah kegiatan masyarakat sehari-hari masyarakat di Indonesia. 
Moojol merupakan layanan ride hailing yang menyediakan berbagai pilihan transportasi atau jasa antar penumpang secara online yakni seperti mobil, sepeda motor, dan juga jasa antar makanan.
Menurut Novivi Aprianti, Manager Marketing dan Media Moojol, aplikasi ini mulai beroperasi dan melayani masyarakat sejak 2019 lalu. Ia mengklaim sejak berdiri Moojol sudah mengalami perkembangan bisnis yang menggembirakan. 
Salah satu bentuk pertumbuhan bisnis diantaranya adalah hingga saat ini Moojol sudah menggandeng kurang lebih 1.000 pengemudi baik mobil maupun motor. "Jumlahnya terus bertambah setiap harinya," katanya. 
 
Sebagai gambaran aplikasi ini sudah bisa melayani masyarakat yang ada di kota besar seperti sekitar wilayah Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi atau (Jabodetabek). Maklum selama ini permintaan terbesar terhadap layanan jasa transportasi online masih tetap terpusat di wilayah padat penduduk dan pusat bisnis di Indonesia ini.
 
Meskipun sudah masuk pasar gemuk di sekitar Jakarta, Moojol tetap ingin ekspansi ke daerah. Novivi menyebut  saat ini sedang mempersiapkan diri untuk ekspansi ke kota lain seperti Palembang Sumatra Selatan, Surabaya Jawa Timur, Semarang Jawa Tengah, Bandung Jawa Barat dan juga Lampung.  "Kota ekspansi ini sudah dalam proses verifikasi,” kata Novivi kepada KONTAN, Selasa (25/2). 
 
Selain memberikan layanan jasa angkut dan jasa layanan antar makanan, Moojol juga menyediakan penjualan tiket transportasi lain seperti tiket bus, tiket pesawat terbang dan tiket kereta api. 
 
Adapun jika tertarik menggunakan aplikasi ini, tarif motor nya mulai dari Rp 2.500 minimal 4 km serta mobil Rp 14.000 per 0,2 km hingga tarif selanjutnya Rp 4.000 per km. 
Dengan tarif tersebut, usaha rintisan atau start up ride hailing Moojol juga menerapkan sistem keuntungan sekitar 15% dari nilai transaksi yang dilakukan oleh para mitra drivernya. 
 
Karena masih awal belum ada target khusus yang ingin dicapai Moojol. Novivi menyebut hanya fokus untuk mengembangkan aplikasi di IOS di tahun ini. Sejauh ini, pendanaan yang dilakukan masih menggunakan dana milik perusahaannya.
 
"Untuk ke depannya mungkin akan ada suntikan dari pihak investor sesuai dengan perkembangan perusahaan," harapnya.   




TERBARU

Close [X]
×