kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   21,15   2.82%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Onderdil bekas dipoles dulu sebelum dijual (2)


Jumat, 20 November 2015 / 16:03 WIB
Onderdil bekas dipoles dulu sebelum dijual (2)

Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Tri Adi

Para pedagang onderdil bekas sepeda motor di  Jalan I Gusti Ngurah Rai, Cipinang Muara, mendapatkan pasokan barang dari beberapa distributor di Jakarta. Terkadang mereka yang berburu sendiri, atau ada distributor yang datang ke kios mereka. Pelanggan sentra ini biasanya pehobi modifikasi motor.

Lalu lintas kendaraan di Jalan Gusti Ngurah Rai, Cipinang Muara, Jakarta tampak cukup padat. Di sisi jalan tampak kios-kios onderdil atau spare part sepeda motor bekas disambangi beberapa konsumen. Sejumlah pedagang terlihat sedang menggantung onderdil di gantang kayu yang diletakkan di depan kios. Ketersediaan onderdil di kios-kios ini tampak tidak terlalu banyak. Namun stok onderdil di sentra ini menjadi hal penting untuk kelancaran usaha di sentra ini.


Biasanya para pedagang harus meluangkan waktu ke beberapa tempat penjualan onderdil bekas di Jakarta untuk mencari pasokan onderdil di kios. Dede Surahman, salah satu pedagang di sentra onderdil ini mengatakan, semua pasokan onderdil bekas didapat dari kios penjualan onderdil motor bekas di Cakung dan daerah lainnya di Jakarta. Ada juga beberapa distributor yang menjajakan barangnya langsung mendatangi kiosnya.

Dede harus memilah terlebih dahulu onderdil yang ditawarkan padanya. Biasanya ia melihat tingkat kerusakan dan kualitasnya. Setelah itu, prosesnya adalah memperbaiki dan memoles onderdil tersebut hingga layak jual. Itu sebabnya, pedagang di sini harus memiliki keterampilan memperbaiki dan memoles onderdil ini agar tampak mendekati seperti baru.

Misalnya ada produk yang pecah, contohnya bodi motor akan direparasi lalu disemprotkan cat, atau knalpot besi yang rusak akan dilas agar terlihat seperti produk baru.

Kendati bekas dan harganya miring, Dede mengaku semua kondisi suku cadang motor yang dijual di kiosnya bukan barang imitasi, tapi merek asli dari produsennya.

Dede mengatakan, harga dan kualitas barang di sentra ini bisa diadu dengan sentra onderdil bekas lainnya di Jakarta. Dia mengklaim, harga jual onderdil di kiosnya bisa lebih murah 80% dari beberapa toko onderdil motor lainnya. “Barang dijual dengan harga yang bisa dijangkau pembeli, tidak mahal seperti harga toko atau barang baru,” ucap Dede.

Pedagang onderdil bekas lainnya, Uus, juga mendapat pasokan onderdil dari sejumlah distributor Jakarta. “Biasanya seminggu sekali stok onderdil. Sekali belanja biasanya merogoh biaya Rp 500.000 sampai Rp 1 juta untuk mendapatkan dua sampai empat onderdil seperti knalpot racing,” sebut Uus.

Sebagian besar konsumen yang datang ke kios Uus berasal dari kalangan pelajar hingga pegawai kantoran. Mereka biasanya memburu onderdil bekas di sentra ini karena ingin memodifikasi motor dan mendapatkan barang orisinil dengan harga yang lebih murah. Ada juga beberapa pengemudi motor antik yang suka mengutak-atik motornya yang sudah menjadi pelanggan setia di tempat ini. Sebab, onderdil sepeda motor tua biasanya sudah sulit ditemukan di pasaran.               n

(Bersambung)

 



TERBARU

[X]
×