kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pandemi Covid-19 lebarkan pasar ritel startup pesan antar hasil laut


Jumat, 05 Juni 2020 / 12:57 WIB
Pandemi Covid-19 lebarkan pasar ritel startup pesan antar hasil laut
ILUSTRASI. Fresh fish is displayed at the Global Seafood Exposition, in Brussels, Belgium, May 8, 2019. REUTERS/Eva Plevier

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pandemi virus corona (Covid-19) membuat masyarakat harus lakukan jaga jarak atau physical distancing dalam beraktivitas guna mencegah penyebaran Covid-19. Adanya aturan jaga jarak membuat aktivitas jual beli kini juga dilakukan secara daring.

Hal tersebut tentu memiliki pengaruh pada startup yang menawarkan layanan kemudahan dalam pemesanan kebutuhan sehari-hari. Termasuk salah satunya start up penyedia layanan pesan antar hasil kelautan.

Indofishery Indonesia misalnya salah satu startup yang menawarkan layanan pesan antar hasil laut segar dan produk olahannya.

Selama pandemi Covid-19 diakui lini bisnis ritel Indosfishery mengalami lonjakan permintaan tiga hingga lima kali lipat. Bahkan Indofishery sempat menutup layanan pemesanan selama lima hari karena lonjakan permintaan konsumen ritel diawal pandemi.

Baca Juga: Laba Bank Amar meningkat empat kali lipat di tahun 2019

Abdul Khamid, Chief Executive Officer bahkan menuturkan jika aplikasi Indofishery dipercepat peluncuranya pada Maret lalu, karena meningkatnya permintaan di konsumen ritel. Lini bisnis ritel Indofishery memang baru berjalan di Kota Semarang untuk saat ini.

"Sebenarnya kami akan ekspan buat ritel ke Tegal, Purwokerto, Magelang dan Jogja tapi karena pandemi kita cancel dulu. Dan juga masih teruskan riset buat kota-kota yang akan jadi tujuan ekspan lini ritel Indofishery," kara Abdul kepada KONTAN.

Untuk pasar ritel Abdul mengungkapkan biasanya per minggu Indofishery mampu distribusikan kisaran 2-3 ton hasil laut. Kini Indofishery sudah gaet sekitar 1.300 pengguna atau ritel consumer.

"Hadapi new normal, salah satunya kita perbaiki di teknik, di proses pengiriman kan jaga proses pengiriman buat jaga produk aman sampai konsumen. New normal itu jadi peluang buat semua bisnis online.

Tapi perlu diingat juga mungkin dulu kompetitor kita 10 atau 11 nah adanya new normal mungkin akan tambah. Itulah kita perlu perkuat marketing dan layanan serta sistem," ujarnya.

Meski akui ada peningkatan di pasar ritel, Abdul menerangkan lini bisnis Indofishery lainnya alami penurunan yaitu lini corporate. Hal tersebut mengingat industri hotel, wisata dan restoran juga alami sepi pengunjung lantaran pandemi. Terlebih dengan berlakunya PSBB di beberapa wilayah.

Baca Juga: April 2020, pembiayaan multiguna Mandiri Tunas Finance anjlok 77%

"Lini bisnis corporate Indofishery ini kita nurun karena inikan kliennya hotel, resto, cafe sedangkan di beberapa kota kan juga kena imbas PSBB terutama Tegal, Tasikmalaya, Purwokerto dan beberapa titik klien kita di Jateng dan Jabar," jelasnya.

Untuk lini bisnis corporate Indofishery disebut Abdul menurun hingga dua kali lipat. Ia menerangkan jika biasanya dalam 10 hari Indofishery mampu mendistribusikan 5-7 ton hasil laut, kini lini bisnis corporate hanya mampu salurkan 4 ton hasil laut dalam satu bulan.

"Corporate turun 2 kali lipatlah, misal 10 hari sekitar 5-7 ton habis tapi kemaren pandemi buat yang corporare sebulan baru habis 4 ton," imbuhnya.

Klien corporate Indofishery disebut Abdul berada di Tegal, Tasikmalaya, Cirebon, Kuningan, Cilacap, Purwokerto.



TERBARU
Terpopuler

[X]
×