kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45784,56   -4,98   -0.63%
  • EMAS937.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.36%
  • RD.CAMPURAN -0.47%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Pengiriman logistik selama di rumah saja naik tinggi


Sabtu, 30 Mei 2020 / 10:05 WIB
Pengiriman logistik selama di rumah saja naik tinggi

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama masa pandemi virus korona baru, ada bisnis yang masih bisa mencatatkan pertumbuhan signifikan. Terutama yang memanfaatkan layanan digital dan pendukungnya. Salah satunya ialah layanan logistik.

Para pemain logistik termasuk kurir di dalam negeri berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif saat banyak sektor bisnis merosot akibat pandemi korona. Tengok saja, startup logistik Anteraja.

Suyanto Tjoeng, CEO Anteraja mengatakan, lonjakan permintaan jasa kurir tidak terlepas dari kenaikan transaksi digital atau    e-commerce selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan ini memaksa orang bekerja dari rumah dan tinggal di rumah. Sehingga, sebagian memenuhi kebutuhan sehari-hari lewat situs belanja online.

Baca Juga: Start up perhotelan Airy tidak lagi beroperasi mulai akhir Mei ini

Efeknya, Suyanto, menyebutkan, jumlah transaksi pengiriman di kuartal pertama tahun ini melonjak signifikan, sebesar 20% dibanding periode sama tahun lalu. Sepanjang kuartal I 2019, Anteraja mencatatkan enam juta pengiriman. Tapi, pada  kuartal I 2020, mereka berhasil menorehkan delapan juta pengiriman.

Baca Juga: Upaya Paket ID meraup peluang dari teknologi rantai pasok

Padahal, Anteraja tidak melakukan perubahan layanan, masih sama dari tahun lalu. Yakni, layanan pengiriman reguler dengan tarif di areal wilayah yang sama sebesar Rp 10.000, kemudian next day Rp 13.000, dan same-day Rp 20.000 tanpa memandang jarak pengiriman.

Saat ini, Anteraja sudah melayani 94 kota. Tahun lalu, layanan startup logistik ini baru ada di 60 kota. "Kami sudah hadir di 30 ibu kota provinsi, dan terus merambah second-tier city di Jawa, di kabupaten atau kota madya," kata Suyanto kepada KONTAN, Jumat (29/5). 

Dengan raihan tersebut, Suyanto pun optimistis, pertumbuhan bisnis Anteraja bakal terus positif hingga akhir tahun nanti. Ia menargetkan, jumlah pengiriman hingga ujung 2020 bisa naik dua kali lipat dari pencapaian di tahun lalu. Sayang, dia tidak memerinci nilainya.

Pemain lainnya juga merasakan berkah selama pandemi Covid-19. Apalagi, saat periode bulan puasa dan Lebaran kemarin. Menurut Robin Lo, CEO J&T Express, momen Hari Raya Idul Fitri, pihaknya mengalami lonjakan pengiriman secara signifikan. "Semenjak minggu ketiga bulan Mei, terjadi kenaikan pengiriman sekitar 50% dari Lebaran tahun lalu," ujarnya dalam keterangan tertulis yang KONTAN terima, Jumat (29/5).

J&T Express memang sudah memprediksikan lonjakan pengiriman barang di periode tersebut. Karena itu, berbagai langkah sudah mereka siapkan sebelumnya. Selain menambah jumlah armada dan karyawan, J&T Express juga menyediakan mesin sortir otomatis yang mampu memilah hingga 30.000 paket per jam. Tentu, d tengah banjir pengiriman paket menjelang Hari Raya Idul Fitri, mereka berupaya mengoptimalkan mesin sortir otomatis tersebut.



TERBARU
Terpopuler

[X]
×