kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,66   0,00   0.00%
  • EMAS904.000 -1,74%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Penjual sayuran online alami permintaan berlipat-lipat saat pandemi


Sabtu, 25 April 2020 / 11:10 WIB
Penjual sayuran online alami permintaan berlipat-lipat saat pandemi

Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu bisnis yang tetap tumbuh di masa pandemi virus korona adalah ritel. Terutama, yang melayani kebutuhan sehari-hari seperti produk segar semacam sayur dan buah-buahan.

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan seruan untuk berada di rumah membuat sebagian orang membeli produk segar tersebut lewat kanal online. Terutama, melalui platform penjualan produk sayur- mayur dan buah-buahan.

Salah satunya adalah Sayurbox. Penerapan PSBB dan seruan tidak keluar rumah kecuali terpaksa, untuk mencegah penyebaran virus korona, rupanya membawa berkah bagi startup tersebut.

Baca Juga: Start up pertanian kian rajin menjalin kerjasama bisnis

Menurut Oshin Hernis, Head of Communication Sayurbox, permintaan terhadap produk yang ada di Sayurbox setelah pemberlakukan PSBB langsung melonjak drastis hingga lima kali lipat dari biasanya.

Baca Juga: Start up Kedai Sayur raih pendanaan tahap awal US$ 1,3 juta dari East Venture dkk

Lonjakan permintaan ini membuat Sayurbox semakin bergerilya mencari pasokan sayur-mayur dan buah-buahan dari para petani lokal. "Kami juga bisa menjangkau lebih banyak petani lokal di area terpencil, yang awalnya belum bisa kami jangkau," katanya kepada KONTAN.

Baca Juga: Beri bantuan sembako, dua perusahaan rintisan juga berdayakan petani sayuran

Selama pandemi korona, produk segar, seperti jamu dan jus buah, paling banyak konsumen cari di Sayurbox. Sedang untuk menjaga kesegaran dari produk tersebut, Oshin mengklaim, setelah mendapatkan pasokan, Sayurbox langsung menyimpannya di dalam gudang pendingin dan mengemasnya. Kemudian  langsung mengirim ke konsumen begitu ada pesanan yang masuk.

Saat ini, Sayurbox menyediakan beragam produk segar. Untuk sayur, ada 15 jenis yang ditawarkan. 

Setelah melihat hasil yang positif tersebut, Sayurbox punya rencana untuk memperluas layanan di daerah lain setelah pandemi virus korona berakhir.  

Selain Sayurbox, nasib serupa juga Etanee alami. Menurut Herry Nugraha, Co-Founder dan Chief Operation Officer Etanee, selama pandemi korona, pertumbuhan bisnisnya naik berlipat-lipat dari periode biasanya. Mulai lonjakan jumlah transaksi, frekuensi penjualan, hingga belanjaan dari para konsumen. "Bahkan kenaikan selama masa pandemi korona bisa sampai empat kali lipat dibanding sebelumnya," sebutnya kepada KONTAN.

Dari banyaknya permintaan yang masuk, produk yang paling banyak konsumen cari di Etanee adalah bawang merah, bawang putih, kentang, jagung manis kupas, dan berbagai jenis sayur daun. Total item produk segar yang startup tersebut jajakan ada 95 jenis sayur dan 28 jenis buah.

Faktor lain yang membuat Etanee tumbuh adalah jangkauan layanannya yang mencakup wilayah Jabodetabek serta Bandung. Melihat raihan positif itu, setelah pandemi berakhir, Herry berencana memperluas layanan hingga 20 kota dalam kurun waktu satu tahun.      



TERBARU

[X]
×