Reporter: Jane Aprilyani, Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
Kreativitas dan inovasi produk dalam bisnis kuliner termasuk martabak menjadi hal penting untuk bertahan di tengah sesaknya persaingan usaha. Pengusaha Holland Martabak Terang Bulan, Lia Angeline Dinata mengatakan, untuk bisa mencuri perhatian masyarakat, dia baru saja menambahkan pilihan rasa topping smoked beef mozarela dalam produknya. Ini diklaim Lia menjadi yang pertama di Jakarta.
Sementara, Denis Rahmat Wijaya, pemilik usaha Martabak Denis menciptakan sendiri resep tepung olahan martabak yang dia pasok untuk enam gerai yang dia kelola sendiri maupun 16 gerai milik mitra usahanya. Pria ini bercerita, butuh waktu untuk mencari resep olahan martabak yang pas untuk bisa diaplikasikan dengan berbagai topping inovasi.
Dia sempat melakukan riset dengan membandingkan beberapa produk martabak dari daerah-daerah lain untuk mendapatkan formula terbaik. "Akhirnya di tahun 2009, saya mendapat formula adonan martabak berbentuk tepung yang tinggal diberi air," ujarnya.
Denis bisa meraup omzet hingga Rp 2 juta per hari dari penjualan tepung olahan martabak dari tiap gerai milik mitra. Dari tiap gerai martabak yang dia kelola, Denis bisa mendapatkan omzet sekitar 5 juta per hari. Selain memiliki resep adonan rahasia, Denis juga rajin menciptakan topping baru. Kini sudah ada 25 jenis pilihan taburan martabak yang ditawarkan, seperti rasa blackforest, green tea, pandan kelapa muda dan banyak lagi.
Sementara, Lia bisa menjual rata-rata 200 loyang martabak per hari dengan rentang harga Rp 85.000-Rp 130.000 per porsi di tiap gerai. Hitung punya hitung, dalam sebulan dia bisa meraup omzet ratusan juta rupiah.
Strategi Gibran Rakabuming, putra Jokowi, pemilik usaha Martabak Kota Barat (Markobar) lain lagi. Dalam waktu dekat dia akan meluncurkan produk teranyar yakni martabak dengan 16 rasa. Ke depannya dia juga memikirkan untuk mengeluarkan produk martabak tipis kering. "Kami memberi kupon gratis mendapat satu loyang martabak tiap bulan bagi pembeli yang menjawab kuis di media sosial Markobar,” kata Gibran setengah berpromosi.
Lantaran Markobar cukup banyak terekspos belakangan ini, sudah banyak tawaran kerjasama yang datang untuk membuka gerai di luar negeri. Namun, rencana go international masih dalam tahap perencanaan. Gibran akan mencari rekan kerja orang lokal yang akan mengurus usahanya di luar negeri nantinya. Dalam waktu dekat
Markobar akan mengikuti expo street food di Manila untuk ajang promosi.
Sedangkan Lia gencar berpromosi melalui sosial media dan promosi mulut ke mulut untuk memperkenalkan bisnis keluarganya ini. “Yang terpenting kualitas rasa harus diperhatikan,” sebut Lia. n
(Selesai)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













