kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

PRJ jajakan sirup khas daerah hingga batu cincin


Senin, 29 Juni 2015 / 15:13 WIB


Reporter: Yulianna Fauzi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Selain diramaikan oleh berbagai produk otomotif hingga kuliner dari perusahaan besar dan ternama, Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2015 yang dihelat di JIExpo Kemayoran, Jakarta juga kembali memberi tempat pada para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Sebanyak 40% dari total 2.700 peserta yang berpartisipasi dalam rangka memperingati Ultah DKI Jakarta yang ke-488 ini ditempati UKM binaan provinsi dan swasta.

Ada sekitar 22 provinsi yang mengirimkan perwakilan UKM-nya untuk mengikuti Jakarta Fair 2015, diantaranya Banten, Bangka Belitung, Yogyakarta, Kalimantan Barat dan banyak lagi. Produk yang dijajakan pun beragam mulai dari sirup khas daerah, produk fesyen, kerajinan tangan hingga batu-batuan cincin yang belakangan sedang tren di tengah masyarakat. 

Muhammad Syaeroji, pengusaha batu cincin asal Banten ini menjadi salah satu perwakilan UKM dari Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Dia mengaku sudah lima belas kali turut menyemarakkan Jakarta Fair.

Oji, sapaan akrabnya, mengambil bahan baku batu dari berbagai perajin di Banten. Sebagian batu yang didapat, dia jual mentahdan sebagian lagi diasah terlebih dulu untuk mendapatkan harga jual yang lebih tinggi.

Dalam ajang Jakarta Fair ini, Oji hanya membawa dua jenis batu yakni Pancawarna Banten dan batu Kalimaya Banten. "Saya juga menerima jasa pemasangan batu ke ring cincin," kata dia.

Batu Pancawarna Banten dijual mulai Rp 50.000–Rp 100.000 per potong. Untuk batu Kalimaya Banten dari Rp 1 juta hingga Rp 100 juta per batu. Untuk batu Kalimaya Banten ini dijual sudah dalam kondisi terasah dan sudah berupa batu jadi untuk cincin. Sementara cincin dibanderol mulai dari Rp 60.000 per buah.

Oji mengaku sudah mendapatkan omzet Rp 100 juta dari tiga booth yang dibuka dalam tiga minggu pertama. "Saya  pasang target omzet Rp 1 miliar selama lima minggu ini,” ungkap Oji kepada KONTAN.

Adapun Hariah Saputra di bawah naungan Pemprov Bangka Belitung (Babel) menjual batu meteor dari galian bekas timah dan kerajinan akar bahar. Untuk cincin batu meteor biasa dibanderol mulai Rp 450.000 hingga Rp 3,5 juta.  Sedangkan untuk gelang akar bahar dijualnya dengan harga Rp 300.000 sampai Rp 2 juta per unit. Hariah memasang target bisa meraup omzet hingga Rp 150 juta hingga pameran berakhir pada 5 Juli mendatang.

Andi Azhari, pemilik CV Citra Sari sebagai penghasil sirup markisa menjadi salah satu perwakilan Pemprov Sulawesi Selatan. Merek sirup markisa Karaeng dan Buah Bola Dunia miliknya dijual mulai dari Rp 30.000 hingga 130.000 per botol, tergantung ukurannya.

Tahun ini dia memasang target omzet Rp 100 juta. Angka ini meningkat dari tahun lalu yakni Rp 40 juta. Dalam tiga minggu pertama, Andi mengaku sudah mendapatkan omzet hingga Rp 50 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×