kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.022,99   -3,35   -0.33%
  • EMAS972.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -0.27%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.09%

Prospek waralaba 2022 masih berkutat di makanan dan minuman


Sabtu, 04 Desember 2021 / 10:00 WIB
Prospek waralaba 2022 masih berkutat di makanan dan minuman


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bisnis waralaba ternyata  masih bisa mencatatkan pertumbuhan, meski badai pandemi Covid-19 menghantam. Kementerian Perdagangan mencatat, bisnis waralaba sepanjang tahun ini masih sanggup tumbuh, walau hanya sekitar 3%.

Levita G. Supit, Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Franchise, Lisensi, dan Networking Marketing, membenarkan pernyataan Kementerian Perdagangan. Tahun ini, bisnis waralaba mulai pulih dan bangkit setelah tahun lalu terkontraksi akibat pandemi.

Pemulihan sektor waralaba, dia bilang, tidak terlepas dari kasus Covid-19 yang terkendali dan mobilitas masyarakat yang mendekati normal. Contoh, kembali menyambangi pusat belanja, restoran, dan kafe.

Walhasil, Levita mencatat, ada sekitar 25% pebisnis waralaba yang usahanya pulih kembali. "Kami optimistis, pemulihan bisnis waralaba bakal lebih cepat lagi tahun depan," katanya ke KONTAN, Jumat(3/12).

Sama seperti tahun ini, salah satu pendorong bisnis waralaba di tahun depan adalah di sektor makanan dan minuman atau food and beverage (F&B). Bisnis waralaba di sektor makanan dan minuman, Levita memproyeksikan, tetap moncer tahun depan.

Sebab, makanan dan minuman merupakan salah satu kebutuhan pokok banyak orang. Inilah yang membuat sektor itu berkontribusi 40% dari total bisnis waralaba di Indonesia.

Baca Juga: Hanya punya Rp 20 juta, ini pilihan usaha franchise yang bisa dilirik

Tak heran, bisnis waralaba kedai kopi pun masih akan tetap harum di 2022. Apalagi, Levita menyebutkan, menyeruput secangkir kopi di kedai kopi kini sudah menjadi gaya hidup banyak orang.

Bisnis waralaba lain yang masih menjanjikan adalah ritel dan jasa. Menurut Erwin Halim, konsultan usaha, waralaba jasa seperti pendidikan tetap punya peluang tahun depan. Sebab, pembelajaran secara daring masih berlangsung.

M. Al Ghazali, pemilik kedai kopi Dr Koffie asal Lampung, mengamini pemulihan bisnisnya. Penjualan di Dr Koffie mulai mengalami kenaikan sejak September lalu. Bahkan, kini penjualan sudah melampaui kondisi normal.

Saat ini, rata-rata kedai kopi Dr Koffie bisa menjual 200 cup sampai 500 cup per hari. "Malah mulai November kemarin, rata-rata penjualan kami sudah 130% dari penjualan normal," ujar Al Ghazali kepada KONTAN.

Melihat hasil tersebut, Al Ghazali bakal memperbanyak gerai Dr Koffie mulai tahun depan. Rencananya, dia akan menambah kedai Dr Koffie sebanyak 20 gerai lagi dari saat ini baru 24 gerai.

Tak cuma itu, Al Ghazali juga bakal mengembangkan label anyar, yakni gerai minuman berbasis teh dengan label Dr Tea. Tak tanggung-tanggung, ia berencana membuka hingga 100 outlet di 2022.

Tak mau kalah, Rosie Pakpahan, pemilik Tahu Jeletot Taisi, juga bakal memperbanyak outlet hingga 500 gerai lagi tahun depan. Saat ini, gerai Tahu Jeletot Taisi mencapai 531 outlet tersebar di banyak kota.      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era Data Analysis with Excel Pivot Table

[X]
×