kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Resep coba-coba berujung omzet ratusan juta


Minggu, 10 Desember 2017 / 10:10 WIB
Resep coba-coba berujung omzet ratusan juta


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - Kudapan berbahan pisang sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia. Bahkan, mampu melahirkan sejumlah pengusaha sukses dengan mengolah pisang menjadi aneka sajian, seperti pisang goreng, bolu pisang atau keripik pisang. Kini, Fransiscus Ricky pun kecipratan berkah dari mengolah pisang. 

Bagi kawula muda dan remaja, khususnya yang ada di Jakarta dan sekitarnya, mungkin tak asing lagi dengan Froz Banana.  Camilan berbahan dasar pisang dengan taburan topping kekinian ini Ricky rintis sejak 2015 lalu. "Bisnis ini berawal dari pacar saya yang suka coba-coba bikin inovasi camilan. Suatu hari, dia membuat pisang yang dilumuri lelehan cokelat," kenang Ricky. 
 
Meski awalnya sempat ragu soal pasar, Ricky bersama sang kekasih, Bunga Deviani pun akhirnya menawarkan sajian pisang berselimut lelehan coklat dan taburan aneka topping. Mereka cukup nekat, lantaran sajian ini belum populer di Indonesia. 
 
Namun, ternyata intuisi Ricky cermat. Dalam waktu singkat, Froz Banana dikenal. Mahasiswa dan remaja jadi pasar potensialnya. 
 
Froz Banana menawarkan lebih dari 20 varian topping, antara lain, crunchy cotton candy, gummy matcha, bubble gum, cereal, corn flakes, nutella, rainbow ceres, almond, dan lainnya. "Sekarang kami ada beberapa menu utama, seperti frozen banana stick, banana nugget dan banana tart khusus untuk ulang tahun," jelas Ricky. Harganya mulai Rp 15.000 - Rp 100.000.  
 
Froz Banana kini sudah memiliki 40 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Lampung, Palu, Makassar, Jogja, Solo, bahkan hingga Papua. Tak hanya gerainya yang makin bertambah, Ricky bilang, dirinya juga melayani pembelian online dan membuka stand dari satu bazar ke bazar yang lain. 
 
"Intinya, dimana ada kesempatan, sebisa mungkin kami hadir. Bisnis Froz Banana memang terbagi tiga, yakni lewat penjualan gerai, penjualan online dan penjualan tiap event," jelas Ricky. 
 
Tak heran jika dari berbagai jenis penjualan tersebut dirinya bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah setiap bulan.

Andalkan pemasaran lewat event bazar kamp

Debut pertama Fransiscus Ricky memasarkan Froz Banana berawal dari event Car Free Day (CFD) di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Ricky bercerita, saat itu Froz Banana belum memiliki gerai tetap, masih berupa gerobak sederhana yang bergerak dari event ke event. 
 
Pernah, suatu kali gerobaknya disita oleh Satpol PP lantaran berjualan di zona merah CFD. "Padahal, itu modal pertama saya," kata Ricky. Ia pun ingin menebus kembali gerobak dan segala isinya. Namun, setelah dipikir ulang, biaya untuk menebus gerobak jumlahnya hampir sama dengan modal awal saat itu Rp 1,5 juta. 
 
Meski awalnya, takut memberitahu orangtua soal kehilangan gerobak ini, akhirnya Ricky tetap menceritakan kejadian tersebut. Kegamangannya ini lantaran dia menyadari latar belakang keluarganya biasa saja. Namun, tak disangka, orangtua tetap memberi dukungan dan bersedia meminjamkan modal kembali. 
 
Pria kelahiran 1992 ini pun mulai berjualan lagi. Kali ini, Ricky memilih event-event bazar kampus sebagai target pasarnya.  "Jujur, saya sempat kurang yakin waktu itu. Tapi waktu buka stand di acara kampus London School, jadi semangat lagi. Karena tak disangka, peminat Froz Banana banyak," ungkapnya. 
 
Mulai saat itulah, Ricky tau kemana Froz Banana membidik target marketnya. Dan sejak event bazar itulah, Froz Banana mulai viral di kalangan mahasiswa. Ricky pun mulai menggencarkan pemasaran lewat sosial media, seperti Instagram. Selain itu mulai gencar berpartisipasi dalam acara-acara kampus. 
 
"Sekarang paling tidak dalam sebulan, ada sekitar dua bazar atau acara yang kami ikuti. Karena waktu awal kami dikenal dari event-event seperti itu," tuturnya. 
 
Agar Froz Banana makin dikenal lebih luas, Ricky membuka tawaran kemitraan pada akhir tahun 2015. Alasan utamanya karena ia butuh tambahan modal agar Froz Banana makin berkembang. Dan sistem kemitraan atau franchise adalah salah satu sistem tercepat untuk memperluas bisnis. 
 
"Puji Tuhan, kemitraan Froz Banana dapat respon yang baik juga dari masyarakat. Bahkan mitra pertama kami berasal dari Makassar," tukasnya.   n

Ambisi membuka gerai di setiap daerah di Indonesia

Setiap perjalanan bisnis pasti memiliki tantangan masing-masing. Berbagai tantangan tentu dialami Fransiscus Ricky selama merintis dan menjalankan Froz Banana. Tantangan mulai dari menambah modal, membangun sistem waralaba, bahan baku sampai menentukan mitra yang pas. 
 
Pria berwajah oriental ini mengatakan, salah satu tantangan yang masih dialami hingga kini adalah menentukan mitra bisnis yang tepat. "Lebih tepatnya tidak semua orang tertarik jadi mitra Froz Banana punya visi yang sama dengan kami," kata Ricky. 
 
Tak jarang, ia menemukan mitra yang menjalankan bisnis Froz Banana hanya sebagai pendapatan sampingan. Mitra dengan tipe tersebut, biasanya enggan untuk terjun langsung mengurus bisnisnya. Mereka cenderung ingin terima beres  tanpa menjalani prosesnya. Namun ada juga yang menjalankan Froz Banana dengan sungguh-sungguh dan mau terjun langsung. 
 
Selain ekspansi usaha, ada visi lain dirinya menawarkan kemitraan Froz Banna, yakni bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas. Ia berharap bisa membantu mengurangi pengangguran.  "Kalau ada 100 gerai di seluruh Indonesia, lalu tiap gerai bisa mempekerjakan 2-3 orang. Lumayan bisa membantu mengurangi pengangguran," tuturnya. 
 
Supaya bisnis ini berhasil, Ricky pun jadi lebih selektif memilih mitra. Mulai tahun 2018, kemitraan Froz Banana untuk sementara akan fokus di wilayah Jabodetabek saja.  Bisa jadi fokus di wilayah Jabodetabek ini bakal berlangsung sampai tahun 2019 nanti.
 
Alasan lain, ia jadi lebih gampang mengawasi para mitra. Namun, mitra Froz Banana yang terlanjur sudah beroperasi di luar Jabodetabek masih tetap ia pertahankan. "Kalau sampai di luar Jawa, kami agak kesulitan mengontrolnya," tukasnya.
 
Nah, setelah dirinya bisa mengawasi dan mengembangkan ekspansi bisnis Froz Banana di sekitar Jabodetabek, ia baru akan mulai melebarkan sayap bisnis ke luar Jabodetabek. Tapi nanti, konsep kemitraan waralaba yang ditawarkan selama ini bakal berbeda dengan walaraba Froz Banana di luar Jawa. 
 
Ia bilang, sistem waralaba Froz Banana di luar Jabodetabek tersebut masih berupa konsep. Tapi garis besarnya, di setiap provinsi bakal ada auditor. "Mungkin realisasinya setelah 2019," sahutnya.
 
Selain konsep sistem kemitraan yang baru, Froz Banana akan terus mengembangkan varian menu dan rasa sesuai dengan kebutuhan pasar. Ricky bilang, sebisa mungkin dalam sebulan, Froz Banana mengeluarkan satu varian rasa baru. 
 
Bila semua rencana tersebut terelisasi, maka ia membayangkan bakal memiliki Froz Banana di seluruh daerah dengan jumlah 1.000 gerai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×