kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45936,49   -8,95   -0.95%
  • EMAS1.027.000 -0,19%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sayap Bisnis Otomotif Mengepak di Tegal


Sabtu, 02 Juli 2022 / 09:05 WIB
Sayap Bisnis Otomotif Mengepak di Tegal


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tegal tidak cuma dikenal dengan label warung tegal alias Warteg. Siapa sangka, kalau Tegal juga punya julukan lain yang mentereng yakni sebagai jepangnya Indonesia. 

Julukan itu diberikan karena masyarakat Tegal ternyata punya keterampilan yang mumpuni di industri manufaktur. Sejumlah industri kelas menengah (IKM) di bidang manufaktur pun berdiri di kota tersebut. 

Salah satunya  PT FNF Metalindo Utama, produsen komponen otomotif. Malah, FNF Metalindo sudah menjadi pemasok utama di PT Astra Honda Motor (AHM). Malah FNF juga menjadi pemasok tier dua di PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMIIN).

Pemilik dan Direktur FNF Metalindo Utama Faizal Amri Elfaz berkisah perusahaan tersebut awalnya didirikan oleh ayahnya pada tahun 1980-an. Kala itu mereka memproduksi alat kesehatan (alkes) seperti tempat tidur untuk rumah sakit serta komponen alat pertanian.

Adapun perubahan bisnis menjadi produsen suku cadang otomotif tidak lepas dari peran Faizal yang sudah mengenyam sarjana teknik.

Pada 2010, ia memutuskan melanjutkan usaha ayahnya yang sempat terpuruk akibat krisis moneter dan beralih ke pembuat suku cadang otomotif.

"Jadi mulai 2010, saya meneruskan perusahaan ini,” katanya saat ditemui KONTAN di workshop-nya Tegal, Kamis (22/6).

Baca Juga: Inilah kiat bisnis dan strategi menjalankan usaha ditengah pandemi

Pelan namun pasti, dirinya mulai mengembangkan usaha tersebut. Hingga akhirnya ia mendapat tawaran dari PT Dharmapoli Metal pada 2013 untuk menjadi pemasok komponen sepeda motor ke PT AHM. Tak disangka, selain menjadi pemasok, FNF Metalindo juga mendapat pembinaan dari Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Perubahan besar terjadi pada manajemen FNF Metalindo setelah mendapat pembinaan dari YDBA. Mulai dari pengembangan manajemen, sistem kerja hingga penerapan 5R (Resik, Rapi, Ringkas, Rajin dan Rawat).

Alhasil perilaku  pekerjanya yang dulu kerap memakai celana pendek saat bekerja, atau menyetel musik dangdut, kini berubah laiknya karyawan pabrikan besar. 

Hingga akhirnya 2015, FNF Metalindo pun resmi masuk dalam rantai pasok utama AHM untuk komponen plate pedal, set spring locket, stay seat lock cable dan lainnya. 

Malah perusahaan ini juga sudah menjadi pemasok komponen otomotif untuk mobil merek Toyota, Daihatsu, hingga Hyundai.

Meski begitu tantangan bisnis kerap berdatangan. Mulai dari pandemi Covid-19 hingga kelangkaan cip. Pendapatan usahanya anjlok hingga setengahnya karena order yang menyusut.

Meskipun begitu dirinya tidak patah arang. Dengan berbagai pengalaman usaha dan bekal manajemen yang dia dapat, Faizal  mengatasi gejolak bisnis tersebut dan hingga kini masih terus mengembangkan usahanya.

Dirinya pun bersiap untuk  menghadapi tantangan berikutnya di industri otomotif, yakni menuju ke kendaraan listrik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×