kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Sedang hit, penjual tanaman hias panen rezeki di masa pandemi


Selasa, 05 Januari 2021 / 16:48 WIB
Sedang hit, penjual tanaman hias panen rezeki di masa pandemi
ILUSTRASI. Popularitas tanaman hias yang kembali meningkat mendatangkan rezeki bagi penjual tanaman hias.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kegiatan menghias rumah dengan tanaman hias kini menjadi tren kegiatan yang dapat dilakukan selama masa pandemi Covid-19.

Tren mendekorasi ruangan dengan tanaman membuat beberapa tanaman hias menjadi populer. Kepopuleran tanaman hias membuat harganya kini meroket karena permintaan pasar yang tinggi. Diantaranya tanaman aglonema, monstera, alocasia, philodendron dan lain-lain.

Popularitas tanaman hias yang kembali meningkat mendatangkan rezeki bagi penjual tanaman hias. Salah satunya penjual dengan brand Taneman Ibu yakni Rena Comala asal Tangerang yang sudah berjualan sejak tahun 1986. Namun Rena Comala baru mulai menekuni penjualan melalui sosial media sejak Juni 2020.

Pandemi Covid-19, ternyata menjadi berkah baginya. “Perkembangan usaha tanaman di tengah pandemi justru cukup baik, mungkin karena faktor #dirumahaja, banyak orang yang mengisi waktu luangnya untuk berkebun/memelihara tanaman dirumah,” ujarnya saat dihubungi KONTAN, Selasa (5/1).

Baca Juga: Bonsai kelapa semakin tren di masa pandemi

Ada beberapa jenis tanaman hias yang ia jual. Antara lain jenis monstera, keladi, philodendron, palm, aglonema, bahkan tanaman herbal seperti jahe. Harga-harga yang dibanderol mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 10 juta dengan varian ukuran mulai dari 20 cm sampai 3 meter.

“Yang Rp 10 juta ini jenis Aglonema karena memang harganya sedang naik sekarang. Harga yang tinggi ini karena tanamannya seperti plastik, dan corak daunnya berwarna-warni,” katanya.

Meski harganya cukup tinggi, justru yang paling banyak dibeli adalah jenis monstera. Kata Rena, tanaman ini memang sedang hits karena memiliki corak daun yang bolong-bolong sehingga cukup unik dan menarik peminat calon pembeli.

Lewat penjualannya melalui media maupun langsung di toko, saban bulan Rena bisa menerima permintaan pengiriman sekitar 10 pesanan sampai 20 pesanan. Ia juga mengaku omzet yang dikantonginya bisa mencapai Rp 15 juta per bulan.

Rena mengatakan, tanaman-tanaman yang ia jual sangat mudah dirawat dan tidak rentan penyakit. Yang penting, cukup diberikan pupuk cair dengan disemprotkan secara rutin ke tanaman.

Dengan bisnis yang semakin mendatangkan cuan ini, ia pun berencana untuk memberikan inovasi baru pada calon pembeli. Rencananya ia akan menghadirkan paket tanaman untuk hari-hari spesial.

“Kami akan hadirkan kemudahan bagi pembeli untuk memberikan hadiah untuk keluarga, pacar, sahabat dan lain-lain atau untuk hari raya juga supaya lebih simple,” ujarnya.

Penjual tanaman hias lain yakni pemilik Taneman Kite asal Tangerang, Yenyen, telah menjalani bisnis ini sejak tahun 2017 silam. Ia mengatakan pembudidayaan taneman ini memang berdasarkan hobi yang disukainya.

“Berawal dari hobi membudidaya tanaman hias dan iseng-iseng posting di media sosial ternyata ada yang minat dan berlanjut sampai sekarang,” katanya, Selasa (5/1).

Ia juga meraup kenaikan permintaan yang tinggi sejak pandemi Covid-19. Ia mengaku saban bulan omzetnya mencapai lebih dari Rp 40 juta. “Selama pandemi ini justru meningkat drastis permintaan mungkin karena efek work from home sehingga banyak waktu luang dirumah,” ujarnya.

Ada beberapa jenis tanaman hias yang ia jual. Seperti philodendron, singonium, kuping gajah, monstera, keladi army, hoya dan masih banyak lainnya. Harga yang dibanderol bervariasi mulai dari Rp 35.000 hingga puluhan juta. Adapun beberapa ukuran yang tersedia mulai dari 8 cm hingga 50 cm per tanaman.

Yenyen optimistis bisnis tanaman hias ini masih akan menjanjikan kedepannya apalagi selama pandemi Covid-19 masih belum tuntas. Ia pun berencana membuka layanan pengiriman hingga ke luar negeri.

 

Selanjutnya: 4 Tren berkebun yang bakal populer di tahun 2021

 

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×