Reporter: Rani Nossar, Silvana Maya Pratiwi | Editor: Tri Adi
Membudidayakan tanaman mimba tidak sulit. Mimba bisa dibudidayakan dengan pola tanam generatif dengan biji sebagai bibitnya. Perawatan mimba juga mudah. Tanaman ini hanya perlu rajin diberi pupuk kompos. Jika dirawat dengan baik, mimba bisa dipanen setiap dua bulan sekali.
Pola budidaya tanaman mimba hampir serupa dengan budidaya tanaman lain. Tahap awal yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan tanaman (bibit), lahan, pola tanam, dan pemeliharaannya.
Andri Setiawan, pembudidaya mimba asal Nganjuk, Jawa Timur, mengatakan, membudidayakan tanaman ini tidak sulit. Mimba tidak memerlukan jenis tanah khusus. Selain itu, perawatan mimba terbilang mudah. Tanaman ini hanya perlu rajin diberi pupuk kompos.
Tapi, yang perlu diperhatikan adalah pemilihan bibit mimba. Sebab, jika usia tanaman belum satu tahun, biji mimba kurang baik dijadikan bibit. Tapi, bila bibit sudah berumur setahun, mimba bisa tumbuh hingga ketinggian 4 meter-7 meter. Pada usia satu tahun, bahkan mimba sudah bisa dipanen.
Yusak Kire, pembudidaya mimba lainnya asal Bogor, Jawa Barat, bilang, tanaman mimba bisa dibudidayakan dengan pola tanam generatif dengan biji sebagai bibitnya. Bibit itu diperoleh dari Dinas Perkebunan Kota Bogor. Setelah disemai, biji mimba dimasukkan dalam polibag untuk dibesarkan.
Tapi, kata Yusak, mimba tidak cocok dibudidayakan di pekarangan rumah. Mimba harus ditanam di lahan yang luas. Sebab, mimba bisa tumbuh lebih besar dari jenis tanaman pekarangan rumah semisal pohon mangga.
Cuaca di sekitar lahan mimba juga harus bersahabat. Misalnya, tidak banyak embusan angin. Pohon mimba tidak kuat terpaan angin karena jenis akarnya serabut, bukan tunggal.
Tapi, tanaman mimba kuat cuaca panas. Jadi, jika sedang musim kemarau yang membuat lahan kekurangan air, mimba masih menghasilkan daun yang baik.
Saat ini, menurut Yusak, penjualan daun mimba kian meningkat. Tak sedikit produsen obat di dalam negeri dan mancanegara yang memburu daun mimba untuk diolah jadi bahan farmasi.
Dalam enam bulan terakhir, Yusak mengklaim kebanjiran permintaan dari luar negeri. Antara lain dari Singapura dan Malaysia. Ia biasa menjual daun mimba basah dengan harga Rp 25.000 per kilogram (kg). Sementara untuk daun mimba kering, harganya dibanderol Rp 50.000 per kg.
Saat ini, di lahan kebunnya, Yusak punya sekitar 200 pohon. Setiap dua bulan, ia bisa memanen daun mimba. Dari satu pohon, biasanya bisa dipanen sekitar 8 kilogram (kg) daun mimba.
Untuk sekali panen, bisa menghasilkan 500 kg daun basah. Soal omzet, Yusak mengklaim, bisa meraup lebih dari Rp 18 juta per dua bulan atau sekali panen.
Selain daunnya, mimba juga dipanen buahnya. Satu pohon bisa menghasilkan 30 kg-50 kg buah per pohon. Dari 30 kg buah mimba, dapat diolah menjadi 6 kg minyak mimba.
(Selesai)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













