kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45760,32   20,32   2.75%
  • EMAS1.009.000 0,70%
  • RD.SAHAM -1.08%
  • RD.CAMPURAN -0.40%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.02%

Selama pandemi, portal lowongan pekerjaan diserbu para pencari kerja


Sabtu, 29 Agustus 2020 / 09:10 WIB
Selama pandemi, portal lowongan pekerjaan diserbu para pencari kerja

Reporter: Ratih Waseso | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama pandemi virus korona baru, ada satu layanan digital yang juga tengah menjadi incaran banyak orang. Terutama, pencari kerja dan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Yakni, platform pencari kerja atau informasi lowongan pekerjaan.

Jumlah kunjungan yang mampir ke situs pencari kerja melonjak di masa pandemi Covid-19. Tengok saja, misalnya, platform pencari kerja Top Karir. 

Menurut Bayu Janitra Wirjoatmodjo, Chief Executive Officer Top Karir, selama pandemi, tepatnya mulai Maret lalu, platformnya kebanjiran para pencari kerja. Sebelum pandemi virus korona, jumlah pencari kerja yang Top Karir sebut sebagai talenta ada sebanyak 4 juta pencari kerja yang menjadi pengguna situsnya. Tapi, selama pandemi, terjadi lonjakan jumlah pencari kerja hingga dua juta lebih. Alhasil, saat ini total pencari kerja yang terdaftar di Top Karir mencapai 6,2 juta.

Baca Juga: Seek Asia menunjuk Peter Bithos jadi CEO

"Jumlah pencari kerja yang sudah Top Karir salurkan mencapai 900.000 sampai satu juta pencari kerja," katanya saat paparan virtual, Kamis (27/8).

Sementara jumlah perusahaan yang bergabung di Top Karir mencapai 60.000 perusahaan. Sekitar 20% di antaranya merupakan perusahaan besar dan sisanya adalah perusahaan kecil dan menengah.

Baca Juga: Modal ventura Asia Tenggara bikin pusat data lowongan kerja start up

Selama pandemi, ada perubahan jenis pekerjaan yang dibutuhkan. Sebelum pandemi, lowongan dari perusahaan manufaktur dan jasa layanan (hospitality) mendominasi. Kini, teknologi informasi yang tengah naik daun di masa pandemi. 

Sayang, Bayu tidak memerinci pendapatan Top Karir. Yang jelas, ia ingin mengembangkan lebih lanjut bisnis Top Karir, dengan membuat big data seputar ketenagakerjaan.

Untuk itu, Top Karir akan menggandeng pemerintah daerah untuk mengetahui gambaran kondisi ketenagakerjaan di masing-masing daerah. 

Baca Juga: Kalibrr membidik 1,2 juta pencari kerja pada tahun ini

Platform yang juga memberikan wadah bagi pencari kerja ialah Karir.com, yang berada di bawah naungan Qerja. Geo Fany, Head of Marketing Karir.com, menjelaskan, saat ini jumlah pengguna Karir.com mencapai lima juta user.

Sama seperti Top Karir, Karir.com juga mengalami kenaikan trafik pengguna di saat pandemi virus korona. "Kenaikannya kurang lebih 5% per bulan dari sebelum pandemi," sebutnya.

Saat ini, Karir.com memiliki mitra perusahaan sebanyak 500 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai sektor industri. Total, ada 6.000 iklan lowongan pekerjaan aktif dalam satu bulan di Karir.com.

Biar tetap eksis, Karir.com bakal melakukan sinergi layanan informasi pekerjaan yang ada di situs, aplikasi, dan WhatsApp. Sayang, Geo Fany tidak memerinci lebih lanjut detail sinergi itu.

Sedangkan pemain lawas, Seek Asia, hasil peleburan JobsStreet dan JobsDB, bakal terus mengoptimalkan pasar informasi lowongan pekerjaan di pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia.



TERBARU

[X]
×