kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Sentra alas kaki Ciomas, cikal bakal Cibaduyut (3)


Sabtu, 02 Februari 2019 / 13:05 WIB
Sentra alas kaki Ciomas, cikal bakal Cibaduyut (3)

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - BOGOR. Siang itu, para perajin di sentra produksi sepatu dan sandal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor nampak sibuk mengerjakan tugasnya. Setiap perajin memang punya pekerjaan masing-masing. Ada yang khusus membuat pola, ada pula perajin yang khusus menjahit bagian atas, dan perajin yang khusus memberikan lem pada sol sepatu maupun sandal.

Menurut Siti Ayu Fatmawati, salah satu perajin sandal di desa Ciapus, Ciomas, langkah tersebut mereka lakukan agar hasil produk akhir bisa rapi. "Mengontrolnya enak," katanya kepada KONTAN.


Dalam menjalankan bisnisnya, perempuan yang akrab disapa Ai ini dibantu tujuh perajin. Masing-masing sudah ada tugasnya sendiri sesuai dengan keahliannya. Selain untuk mempermudah pengawasan, pembagian tugas Ai merasa pengerjaan ini lebih efektif dibanding satu orang perajin mengerjakan semua proses.

Para perajin pun tidak ditarget harus mengerjakan berapa banyak. "Kalau bisa sebanyak mungkin," tandas Pepen, salah satu perajin yang bertugas mengerjakan bagian bawah sandal. Ia mengaku bisa menghasilkan satu sampai dua kodi sandal per hari.

Namun waktu pengerjaan yang fleksibel bakal susah ditemui oleh para perajin menjelang ramai pesanan. Ai mengatakan menjelang Lebaran dan akhir tahun, biasanya pesanan tak kunjung usai. Bahkan, ia sampai menambah perajin harian untuk membantunya mengerjakan pesanan. "Kadang saya kewalahan juga," tutur Ai.

Hal senada juga dilontarkan Mamun Maryadi, perajin sepatu asal desa Mekar Jaya, Kecamatan Ciomas. Ia juga mengatakan bahwa menjelang Lebaran dan Natal merupakan bulan-bulan ramai pesanan. "Tiga atau dua bulan mau Lebaran dan Natalan itu pesanan sudah banyak yang masuk. Dan kami harus selesai garap kalau bisa sebulan sebelum Lebaran dan Natal," ujarnya.

Mamun menceritakan, ia sampai menambah dua kali lipat perajin harian dari pekan biasa. Jika dihitung-hitung, rata-rata pesanan yang masuk menjelang Lebaran dan Natal bisa dua kali lipat ketimbang pekan biasa.

Sejumlah bengkel sepatu dan sandal di sentra ini tidak hanya menerima pesanan dari sekitar Bogor. Beberapa pelaku usaha sepatu atau sandal asal kota lain juga ada yang memesan di sentra tersebut. Selain harganya yang cukup terjangkau, hasil pengerjaannya juga rapi.

Bahkan beberapa merek ritel sepatu dan sandal ternama di Tanah Air juga memesan dari para perajin di Ciomas. "Ini saya lagi garap pesanan dari Yongki Komaladi. Dulu juga pernah garap punya Donatello," ucap Ai.

Karena telah terikat kontrak dengan perusahaan ritel, ia lebih memprioritaskan pengerjaan pesanan ritel. Sehingga jika ada pemesan lain, biasanya harus menunggu seminggu sampai pesanan ritel selesai lebih dulu. "Di sini banyak yang bikin untuk merek-merek terkenal. Tidak cuma saya.," tandas Ai.

(Selesai)



TERBARU
Terpopuler

[X]
×