Reporter: Marantina | Editor: Havid Vebri
Sentra mebel ukir di Senenan, Jepara, sudah kesohor, baik di dalam maupun di luar negeri. Purwanto, pemilik toko Oval Jati mengaku, setiap tahun rutin mengirim produk mebel ukir ke Rusia.
Menurut Purwanto, pengiriman mebel ke Rusia selalu dalam jumlah besar. “Minimal order dari Rusia Rp 200 juta,” ujarnya.
Selain Rusia, ia juga rutin memasok mebel untuk dipasarkan di Malaysia, China, dan Turki. Sementara di dalam negeri, ia kerap memasok ke sejumlah pelanggannya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. “Biasanya, produk mebel ukir itu akan dijual lagi atau dipakai pejabat,” kata dia.
Selain mebel ukir, Purwanto juga sering menerima pesanan relief kaligrafi. Awalnya, pelanggan dari Kalimantan yang meminta ukiran kaligrafi ini. Kemudian daerah-daerah lain mengikuti. Selain pelanggan di dalam dan di luar negeri, ia juga memiliki pelanggan tetap di Jepara.
Ia mengaku, cukup banyak pengusah mebel di Jepara memesan produk mebel ukir darinya. Kebanyakan dari mereka ini berdomisili di daerah Tahunan, Jepara.
Selain langsung datang ke showroom, banyak juga pelanggan Purwanto memesan lewat telepon atau surat elektronik.
Kendati pelanggannya datang dari banyak tempat, ia mengaku tak pernah melakukan promosi di media, apalagi internet. Ia mengaku, hanya mengandalkan pemasaran dari mulut ke mulut.
Pelanggan baru yang datang ke showroom atau menghubungi Purwanto, biasanya tahu kualitas produknya dari pelanggan-pelanggan lama.
Kartono, pemilik toko Ega Jati juga memiliki pelanggan luar negeri. Salah satunya dari China. Biasanya, pelanggan dari China memesan ukiran sesuai dengan kaligrafi China.
Pelanggan dari luar negeri kerap memesan produk dengan permintaan yang unik. Selain kaligrafi China, pernah ada pelanggan Kartono yang meminta dibuatkan ukiran dengan gambar diri si pelanggan itu.
Sama halnya dengan Purwanto, ia juga mengaku tidak pernah melakukan promosi. Selama ini, ia hanya fokus berproduksi dan mengelola showroom. “Lebih baik uang untuk promosi dipakai untuk keperluan showroom,” ujar Kartono.
Menurut Kartono, persaingan usaha di Senenan tidak begitu ketat, sehingga masing-masing perajin memiliki peluang untuk menggaet konsumen sebanyak-banyaknya.
(Selesai)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













