Reporter: Noverius Laoli | Editor: Havid Vebri
Berdiri sejak tahun 1950-an, sentra produksi tahu lamping di Jalan Veteran Jagabaya, Kampung Cikentungan, Kuningan, sudah kesohor. Terlebih, sentra ini berada di jalur strategis, yakni jalur utama Cirebon-Tasikmalaya.
Kendati berlokasi di Kabupaten Kuningan, asal muasal tahu ini sebenarnya berasal dari Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Awalnya, orang-orang Majalengka memproduksi tahu di daerahnya lalu dijual di sepanjang Jalan Veteran, Kuningan ini.
Mereka memilih berjualan di lokasi tersebut lantaran letaknya strategis. "Dulu, orang tua saya berasal dari daerah Talaga, Majalengka," ujar Wawan Supendi, salah seorang produsen tahu lamping di sentra ini.
Wawan menuturkan, awalnya orang tuanya memproduksi tahu di Talaga dan menjualnya di Kuningan. Namun, karena jaraknya cukup jauh, orang tuanya kemudian membeli tanah di daerah tersebut.
Sejak itu, orang tuanya membangun rumah sebagai tempat produksi tahu di Kampung Cikentungan, Kuningan. Awalnya, bangunan tersebut semi permanen dan terbuat dari bilik. “Rumah di sini juga masih berjejer berbentuk gang gang, tapi sekarang sudah permanen semua," ujar Wawan.
Konsumen tahu lamping yang terus meningkat membuat sebagian produsen tahu dari Majalengka betah menetap di Kuningan. Maka, sejak tahun 1958, Kampung Cikentungan ini sudah mulai dipenuhi produsen tahu dari Majalengka.
"Orang tua kami memproduksi tahu turun temurun," kenang Agusandi, produsen tahu lainnya. Menurut Agus, produksi tahu lamping di sentra ini berkembang cepat karena letaknya strategis.
Selain dijual di pinggir-pinggir jalan, mereka juga memasok tahu ke pasar di daerah Kuningan. Lantaran berasal dari satu daerah, banyak produsen tahu di Kampung Cikentungan ini masih memiliki hubungan kekerabatan.
Pasalnya, para produsen tahu di sini merupakan generasi kedua yang meneruskan usaha orang tua dan kakek buyut mereka. Lantaran turun temurun, para karyawan yang bekerja dengan mereka juga masih memiliki hubungan kerabat.
Contohnya Agus yang memiliki sekitar 10 karyawan. "Semua karyawan itu bersaudara," ucapnya. Menurut Agus, sebagian besar penduduk di sini memilih bekerja di pabrik tahu ketimbang di luar kota.
Ujang Suhanda, produsen tahu lainnya, juga merupakan generasi kedua di bisnis ini. Sama halnya dengan Wawan dan Agus, kedua orang tuanya juga merupakan perantauan dari Majalengka. "Dulu orang tua saya juga penjual tahu di sepanjang Jalan Veteran ini," katanya.
Tapi, karena prospek bisnis tahu di tempat ini bagus, akhirnya mereka menetap dan menjadi penduduk di daerah itu. Karyawan Ujang juga banyak yang masih memiliki hubungan kekerabatan satu sama lain. n
(Bersambung)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










