kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.003,68   -4,60   -0.46%
  • EMAS991.000 1,02%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

Start Up Lokal Gencar Mengejar Cuan dari Tren Kendaraan Listrik


Sabtu, 05 November 2022 / 12:30 WIB
Start Up Lokal Gencar Mengejar Cuan dari Tren Kendaraan Listrik


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kendaraan listrik makin bergema. Tak hanya perusahaan kakap, sejumlah usaha rintisan makin serius menekuni bisnis ramah lingkungan tersebut.

Saat ajang pameran otomotif belum lama berselang, sejumlah start up memamerkan hasil kreasinya berupa sepeda listrik.

Malah sudah ada  start up lokal pembuat motor listrik seperti Charged Indonesia yang mendapat suntikan dana  US$ 4,5 juta atau sekitar Rp 67 miliar dari DeClout Ventures belum lama ini.

Seiring perkembangan tersebut, start up lokal, yakni Skutik Corporation pun mulai berbenah.

Usaha rintisan yang mulai beroperasi pada 2016 di Bali ini awalnya menyediakan beragam layanan. Mulai dari penjualan dan penyewaan skuter listrik (skutik), pesan antar makanan hingga tur wisata dengan skutik.

Jan Hendrik Jurgens, pendiri Skutik Corporation mulai memilah mana layanan usahanya yang menjanjikan dan mana yang tidak.

Tanpa memerinci lebih lanjut alasannya, Henry, sapaan akrabnya mulai berani mengambil langkah untuk terlebih dahulu fokus ke satu bidang usaha terkait skuter listrik, yakni penyewaan skuter listrik. Ia juga mulai mengubah nama usahanya dari Skutis Corporation menjadi Skuti.

"Kami sedang proses transisi dari Skutis Corporation ke Skuti yang fokus di bisnis rental," kata Henry kepada KONTAN di Nusa Dua, Bali belum lama ini.

Baca Juga: AC Ventures kian gencar investasi di startup lokal

Pilihan untuk fokus ke layanan penyewaan skuter listrik tentu bukan tanpa alasan. Kondisi Bali sebagai destinasi wisata unggulan dan selalu ramai diserbu turis menjadi pasar yang menjanjikan.

Keberadaan skuter listrik, diyakini bisa menjadi pilihan para turis serta pihak lain yang ingin melakukan mobilitas di Bali, terutama di area wisata seperti Kuta.

Untuk memperbesar skala bisnisnya, Henry tengah berupaya menjajaki kerja sama dengan sejumlah modal ventura. Maklum saja, dalam perhitungannya, untuk pengembangan bisnis sewa skuter listrik butuh investasi sekitar US$ 1,8 juta. 

Ia mengklaim beberapa modal ventura sudah tertarik dengan model bisnis yang disodorkannya. "Kalau sudah resmi akan saya umumkan," tutur lelaki yang kini bermukim di Bali itu.

Rencananya, berbekal suntikan modal tersebut, Henry akan membuat aplikasi Skuti untuk mengoptimalkan  layanan penyewaan skutik.

Rencana lainnya, dengan menggandeng pihak ketiga yang tidak ia sebutkan identitasnya, Henry bakal memproduksi 420 unit skutik anyar mulai tahun depan. Untuk menunjang bisnisnya ini, ia juga berencana membeli tiga kendaraan layanan servis berbasis listrik.

Untuk tahap awal, Skuti akan membuat 250 unit skuter listrik yang sudah dilengkapi GPS. Skuter-skuter ini akan menjadi pilot project di area Kuta Utara untuk melihat animo pasar. 

Jika sukses, Henry bakal menambah layanan lainnya yang sempat ia lakoni yakni Skuti Food (delivery food).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM) Supply Chain Management Principles (SCMP)

[X]
×