kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.014,65   8,27   0.82%
  • EMAS955.000 1,06%
  • RD.SAHAM -1.07%
  • RD.CAMPURAN -0.35%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Strategi Sentra Loyang Kue di Desa Tarikolot Bisa Tembus Pasar Ekspor


Sabtu, 16 April 2022 / 09:20 WIB
Strategi Sentra Loyang Kue di Desa Tarikolot Bisa Tembus Pasar Ekspor


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang Lebaran, biasanya para pembuat kue dan bolu, mulai dari kelas rumahan hingga industri kecil dan menengah, sudah mempersiapkan segala perlengkapan dan bahan-bahan yang dibutuhkan. Salah satunya yang krusial adalah loyang kue serta bolu.

Keberadaan loyang kue ini penting bagi pembuat kue dan bolu, karena loyang tersebut sebagai wadah atau pencetak bentuk kue atau bolu yang diinginkan. Seperti misalnya bolu marmer, banana cake, ragam kue kering dan yang lainnya.

Untungnya, para pembuat kue biasanya tidak kesulitan untuk mendapatkan loyang kue. Karena saat ini salah satu perlengkapan pembuatan kue tersebut bisa didapatkan di pasar atau ritel hingga toko perlengkapan khusus untuk memproduksi kue.

Nah, salah satu lokasi atau sentra pembuatan loyang kue yang cukup ternama adalah yang berada di Desa Tarikolot, Citeureup, Bogor. Salah satu perajin pembuat loyang kue asal Tarikolot adalah Nuryaman lewat bendera UD Aneka Loyang.

Nuryaman mewarisi usaha pembuatan loyang kue dari orang tuanya. Hingga saat ini, dirinya sudah berkecimpung selama 24 tahun di pembuatan loyang kue.
Hasilnya tergolong cukup sukses. Siapa sangka, produk loyang kue buatannya ternyata sudah bisa menembus pasar regional di kawasan Asia Tenggara.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) terhadap usahanya. Pada awal usahanya, Nuryaman hanya mengandalkan pembuatan loyang kue secara tradisional saja dengan perlengkapan yang seadanya.

Baca Juga: Inilah kiat bisnis dan strategi menjalankan usaha ditengah pandemi

Tetapi setelah bergabung dengan YDBA, dirinya mendapat pembelajaran cara membuat loyang kue yang semakin berkualitas. Yakni dengan menggunakan mesin rol. "Supaya proses produksinya lebih cepat," katanya kepada KONTAN di workshop-nya, Tarikolot, Bogor.

Selain diajarkan proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien serta semakin apik produknya, Nuryaman juga mulai belajar cara pemasaran yang juga efektif dan efisien. Apalagi kalau bukan dengan memanfaatkan teknologi digital.

Selain secara offline, Nuryaman juga mulai memasarkan aneka jenis loyang kuenya di pasar online. Yakni lewat Toko Pasti Puas yang menjadi mitra YDBA sejak Juli 2020 silam.

Hasilnya, kalau dulu Nuryaman cuma bisa memasarkan loyang kuenye di Pasar Citeureup Bogor saja, kini loyangnya sudah terjual secara lebih luas lagi. Tak cuma pasar lokal tetapi juga hingga Singapura, Malaysia serta Filipina.

Penjualan loyang pun melonjak drastis. Dari cuma 300 biji per minggu, kini sudah 2.000 biji per minggu dengan omzet tembus sampai Rp 20 juta per bulan.

Agustin, Staf Communication Information System YDBA bilang, keberhasilan Nuryaman karena penerapan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin yang membuat konsumen makin loyal.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Digital Marketing in New Normal Era The Science of Sales Management

[X]
×