kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45952,68   11,32   1.20%
  • EMAS924.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Ula raup pendanaan seri A senilai US$ 20 juta dipimpin Quona Capital


Kamis, 28 Januari 2021 / 22:06 WIB
Ula raup pendanaan seri A senilai US$ 20 juta dipimpin Quona Capital
ILUSTRASI. Direksi Ula

Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ula, startup e-commerce berbasis di Indonesia yang berfokus pada transformasi UMKM melalui teknologi,  mengumumkan perolehan pendanaan Seri A senilai US$ 20 juta atau sekitar Rp 290 miliar yang dipimpin oleh Quona Capital, salah satu investor utama dalam putaran pendanaan awal Ula, bersama B Capital Group. 

Beberapa investor sebelumnya seperti Lightspeed India dan Sequoia Capital India juga turut berpartisipasi dalam pendanaan kali ini. 

Pendanaan Seri A ini akan digunakan untuk memaksimalkan rencana ekspansi, pengembangan  produk dan layanan, serta  peluncuran kategori produk baru Ula. 

Asal tahu saja, Ula diluncurkan pada Januari 2020 dengan tim yang berada di Indonesia, India, dan Singapura. Sampai saat ini, Ula telah melayani lebih dari 20.000 toko yang mayoritas berlokasi di Jawa Timur.

Baca Juga: Gandeng perusahaan pelat merah, TaniHub memperkuat ekosistem pertanian hulu-hilir

E-commerce ini menawarkan kemudahan bertransaksi melalui teknologi, dan layanan yang tersedia di aplikasi Ula yang bertujuan untuk mendigitalisasi struktur rantai pasok, memudahkan pengelolaan stok, dan manajemen keuangan untuk UMKM 

Co-Founder dan CEO Ula, Nipun Mehra menyatakan, peritel kecil atau UMKM sangat terintegrasi dengan ekonomi dan budaya Indonesia. Mereka adalah wirausahawan dan pengusaha mikro yang jika dibandingkan dengan peritel modern, sebetulnya menjalankan  bisnis dengan biaya yang sangat efisien. 
Namun di lain pihak, bisnis UMKM yang berskala kecil menyebabkan mereka menjadi segmen yang paling rentan di dalam rantai penjualan ritel. 

"Mereka menghadapi beberapa tantangan dalam bisnis seperti terbatasnya ketersediaan produk, tingginya harga produk di pasaran untuk dapat mereka jual, layanan yang belum maksimal, dan juga modal kerja yang terbatas,” ujar Nipun dalam siaran resmi yang diterima kontan.co.id, Kamis (28/1).




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Menganalisa dan Merumuskan Strategi Bisnis Basic Social Media Marketing Strategy (Facebook & Instagram) Batch 9

[X]
×